Tak Sampai Dua Musim, Ruben Amorim Dipecat Manchester United

0
Ruben Amorim. Foto: X UtdLoyals_

NARASITODAY.COM, JAKARTA Manchester United kembali mengambil keputusan besar yang menghebohkan jagat sepak bola Eropa.

Ruben Amorim resmi didepak dari jabatannya sebagai manajer Setan Merah, hanya 15 bulan setelah ia mulai menangani tim di Old Trafford.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano yang menyampaikan pernyataan singkat dan tegas, “Ruben Amorim resmi dipecat Manchester United.”

Keputusan itu disebut diambil manajemen klub pada pagi hari waktu setempat dan langsung berlaku. Langkah tersebut menyusul memanasnya situasi internal tim setelah Amorim melontarkan pernyataan keras dalam sebuah pertemuan tertutup sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Ganda Putra Indonesia Fajar Alfian dan Shohibul Fikri Siap Tembus Final Denmark Open

Visual dengan tulisan besar “SACKED” yang beredar semakin menegaskan berakhirnya masa jabatan pelatih asal Portugal tersebut dengan cara pahit.

Datang dengan Harapan Besar

Ruben Amorim bergabung dengan Manchester United dengan reputasi mentereng. Mantan pelatih Sporting CP itu dikenal sebagai sosok di balik kebangkitan klub Portugal tersebut, berkat gaya bermain progresif, formasi khas tiga bek, serta kemampuannya mengembangkan pemain muda.

United kala itu memandang Amorim sebagai figur visioner yang mampu membangun proyek jangka panjang setelah periode ketidakstabilan yang berkepanjangan.

Penunjukannya sempat disambut optimisme tinggi oleh para pendukung. Amorim dianggap sebagai simbol awal era baru, pelatih muda dengan identitas permainan yang jelas.

Baca Juga :  Manchester United Gagal Beli Ansu Fati Seharga Rp 1 Triliun, Penawaran Besar yang Mengecewakan

Pada fase awal kepemimpinannya, Amorim sempat menunjukkan sinyal positif. Manchester United tampil lebih terorganisasi, pressing terlihat rapi, dan sejumlah pemain muda mendapat kesempatan bermain.

Namun seiring berjalannya waktu, performa tim tak kunjung stabil. United kerap kehilangan poin penting, gagal memenuhi target di kompetisi domestik, dan justru melempem dalam laga-laga besar.

Formasi tiga bek yang menjadi ciri khas Amorim juga dinilai belum sepenuhnya selaras dengan karakter skuad yang dimiliki.

Proyek Berakhir Lebih Cepat

Selain hasil di lapangan, persoalan internal turut mempercepat kejatuhan Amorim. Sejumlah laporan menyebut adanya ketegangan dengan beberapa pemain senior, terutama terkait disiplin dan pendekatan taktik.

Baca Juga :  Sukses Gemilang! Timnas Futsal RI Menang 3-1 atas Australia di Hadapan 15 Ribu Penonton

Manajemen klub disebut khawatir kondisi tersebut dapat mengganggu keharmonisan ruang ganti, sehingga keputusan tegas pun diambil.

Pemecatan Amorim menambah panjang daftar manajer yang gagal bertahan lama di Manchester United dalam beberapa tahun terakhir.

Proyek yang awalnya diproyeksikan sebagai pembangunan jangka panjang pun harus berakhir singkat dan sarat kontroversi.

Kini, Manchester United kembali memasuki masa transisi. Manajemen disebut akan menunjuk pelatih interim sambil mencari sosok baru yang diyakini mampu membawa klub kembali ke jalur prestasi. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : tabloidbintang.com