Legendaris Politik Malaysia Mahathir Mohamad, Alami Cedera Serius Setelah Jatuh

0
Malaysia
Mahathir Mohamad. Mantan Perdana Menteri. Foto : unair.ac.id/dr

NARASITODAY.COM, KUALA LUMPUR – Kabar mengejutkan datang dari kediaman tokoh ikonik Malaysia, Mahathir Mohamad. Mantan Perdana Menteri yang baru saja merayakan ulang tahun ke-100 pada Juli lalu itu, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami insiden terjatuh yang mengakibatkan cedera serius pada Selasa (6/1/2026).

Di usianya yang telah melampaui satu abad, insiden fisik sekecil apa pun menjadi perhatian besar bagi publik Malaysia maupun dunia internasional yang selama puluhan tahun menyaksikan kiprah politiknya yang tajam.

Kesunyian pagi di kediaman Mahathir pecah sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Sosok yang pernah memimpin Malaysia selama dua periode berbeda itu dilaporkan kehilangan keseimbangan saat sedang beraktivitas di rumahnya.

Baca Juga :  Isu Selingkuh Mengguncang Karier Politik Ridwan Kamil, Publik Menanti Penjelasan

“Beliau terjatuh saat berpindah dari salah satu bagian balkon ke ruang tamu,” ungkap ajudan setia Mahathir, Sufi Yusoff, saat menjelaskan kronologi kejadian.

Dua jam setelah insiden tersebut, atau sekitar pukul 09.30, tim medis segera mengevakuasi pria berjuluk “Tun M” itu ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cedera tulang yang cukup fatal bagi lansia.

“Mengalami patah tulang pada pinggul kanan,” ujar Sufi Yusoff dalam pernyataan resminya kepada Anadolu Agency.

Mengingat riwayat medisnya yang panjang, termasuk operasi bypass jantung dan beberapa kali perawatan intensif akibat kelelahan, Mahathir kini kembali menempati bangsal perawatan di Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur.

Baca Juga :  Pengadilan Seoul Nyatakan Darurat Militer 3 Desember sebagai Pemberontakan, Mantan PM Divonis 23 Tahun

Pihak keluarga dan tim dokter memperkirakan Mahathir akan menjalani masa pemulihan di IJN selama beberapa pekan ke depan. Ini bukan pertama kalinya IJN menjadi saksi perjuangan fisik sang politikus senior; Juli tahun lalu, ia sempat dirawat di lokasi yang sama karena kelelahan setelah mengikuti kegiatan piknik di Putrajaya untuk memperingati usia satu abadnya.

Mahathir Mohamad bukan sekadar mantan pejabat bagi warga Malaysia. Ia adalah arsitek modernisasi negara tersebut selama periode 1981 hingga 2003. Kejutannya berlanjut saat ia kembali merebut kursi perdana menteri pada 2018 di usia 94 tahun, menjadikannya kepala pemerintahan terpilih tertua di dunia saat itu.

Baca Juga :  Skema LPG 3 Kg Satu Harga dan Revisi Perpres yang Terencana

Kini, di usianya yang ke-100, tantangan yang dihadapi Mahathir bukan lagi lawan politik di parlemen, melainkan perjuangan untuk pulih dari cedera fisiknya. Doa dan dukungan mengalir dari berbagai lapisan masyarakat, berharap sang “Harimau Malaya” dapat kembali berdiri tegak meski usianya tak lagi muda.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber