
NARASITODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mengakselerasi pembangunan infrastruktur jembatan penghubung antarwilayah di kawasan barat dan tengah kabupaten. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan dua jembatan di wilayah Bojong–Kemang (Bomang) dengan total anggaran sekitar Rp 70 miliar.
Dua jembatan tersebut masing-masing berada di kawasan Situ Nanggerang, Desa Sukmajaya, Kecamatan Bojonggede dan Pesanggrahan. Keduanya diproyeksikan menjadi jalur alternatif penting yang memperpendek jarak tempuh masyarakat dari wilayah Parung, Kemang, hingga Ciseeng menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra mengatakan, pembangunan Jembatan Situ Nanggerang menjadi proyek prioritas dengan alokasi anggaran terbesar, yakni sekitar Rp 60 miliar. Jembatan ini dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan warga.
“Situ Nanggerang ini sangat strategis karena menghubungkan beberapa kawasan padat penduduk. Kalau jembatan ini terbangun, beban jalan eksisting bisa berkurang cukup signifikan,” kata Suryanto, Jumat (9/1/2026).
Sementara itu, Jembatan Pesanggrahan akan dibangun kembali setelah proyek sebelumnya terhenti. Menurut Suryanto, proyek lama tidak dapat dilanjutkan karena tidak memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Yang Pesanggrahan dulu tidak tuntas dan tidak sesuai spesifikasi, sehingga masuk daftar hitam dan tidak kami bayarkan. Sekarang kami siapkan pembangunan baru dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar,” ujarnya.
Sementara, Sekretaris DPUPR Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana menjelaskan, Jembatan Situ Nanggerang memiliki panjang sekitar 40 meter, sedangkan Jembatan Pesanggrahan sepanjang 30 meter. Meski relatif tidak panjang, kedua jembatan ini dinilai krusial karena berfungsi sebagai simpul penghubung antarwilayah yang selama ini terpisah oleh hambatan geografis.
“Selama ini perjalanan Parung ke Cibinong memakan waktu cukup lama karena harus memutar. Dengan jembatan ini, waktu tempuh bisa dipangkas menjadi sekitar 10 sampai 15 menit,” kata Gantara.
Menurut dia, pembangunan dua jembatan tersebut tidak dilakukan sekaligus. Pemkab Bogor memilih skema bertahap, dimulai dari pembangunan jalur lambat untuk memastikan konektivitas awal dapat segera dirasakan masyarakat. Tahapan selanjutnya adalah pembangunan jalur utama hingga flyover.
Gantara menyebutkan, Jembatan Situ Nanggerang ditargetkan selesai pada 2026. Adapun Jembatan Pesanggrahan beserta pembangunan flyover ditargetkan rampung pada 2027.
“Situ Nanggerang dibangun lebih dulu pada 2026. Pesanggrahan menyusul, dan target keseluruhan termasuk flyover mudah-mudahan bisa selesai tahun 2027,” ujarnya.
Pemkab Bogor menilai proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki kualitas pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.
Dengan konektivitas yang lebih baik, mobilitas warga dari Parung, Bojonggede, Kemang, Tajur Halang, hingga Ciseeng menuju pusat pemerintahan dan layanan publik di Cibinong diharapkan semakin efisien.
“Kalau dua jembatan ini sudah berfungsi, masyarakat bisa langsung terhubung ke Tegar Beriman sebagai pusat ibu kota Kabupaten Bogor. Dampaknya bukan hanya pada waktu tempuh, tetapi juga pada aktivitas ekonomi dan sosial,” kata Gantara.
Pemkab Bogor berharap, pada 2027 mendatang, dua jembatan tersebut sudah dapat dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat dan menjadi bagian dari sistem transportasi yang lebih terintegrasi di Kabupaten Bogor.***
Editor : Alysa
Wartawan : Rifki Ramadhan
Sumber : Bogortoday.com













