
NARASITODAY.COM, JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya tampaknya sepakat dengan satu hal, industri kreatif butuh lebih dari sekadar gedung beton dan kursi kaku.
Karena itu, ia menjajaki kolaborasi strategis ruang kreatif bersama PT Pengusaha Harapan Bangsa (PHB Group), pengelola lini bisnis kuliner dan hospitality yang belakangan sedang naik daun.
Dalam audiensi yang digelar di Autograph Tower, Jakarta, Kamis (8/1/2026), Menteri Ekraf mengapresiasi PHB Group, khususnya Atas Langit Café and Space serta Wooly Sheep Café, yang sukses mencuri perhatian publik dengan konsep unik dan pengalaman yang berbeda.
“Luar biasa perjuangan PHB Group. Saat banyak orang mulai bosan dengan tempat serba beton, justru konsep unik seperti di Sentul ini punya daya tarik tersendiri,” ujar Teuku Riefky.
Menurutnya, tempat nongkrong masa kini tak cukup hanya menjual kopi dan menu estetik. Harus ada cerita, pengalaman, dan ruang kreativitas.
Karena itu, Kementerian Ekraf mendorong agar kolaborasi ini melahirkan ide-ide segar yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, terintegrasi dengan budaya lokal, edukasi keberlanjutan, hingga seni pertunjukan.
Tak berhenti di urusan kuliner, Atas Langit Café and Space juga dilirik untuk menjadi creative hub bagi para pekerja gig economy.
“Tempat ini bisa kita aktivasi sebagai ruang kumpul freelancer. Bisa ada pelatihan konten kreator, event kreatif, dan kegiatan yang bikin pengunjung betah,” lanjut Menteri Ekraf.
Nada serupa disampaikan Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu. Ia menilai kolaborasi ini sejalan dengan program penguatan infrastruktur ruang kreatif dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Kita bisa buat program showcase seni dan budaya. Atas Langit Café and Space bisa dipromosikan sebagai destinasi ekonomi kreatif Sentul. Bahkan sanggar tari Ayodya Pala yang pernah mencetak rekor MURI bisa kita ajak kolaborasi,” ujarnya.
Dari pihak pengelola, CEO PHB Group Harry Indrawan Suwardji menegaskan bahwa Atas Langit Café and Space memang dirancang bukan sekadar tempat makan, melainkan panggung terbuka bagi kreativitas.
“Di sini ada amphitheater dengan infinity view menghadap Gunung Pancar dan Gunung Gede. Ada live DJ tiap weekend, live music setiap hari, sampai karaoke bareng. Jadi bukan cuma kenyang, tapi juga senang,” katanya.
Indrawan menambahkan, PHB Group ingin ikut berperan aktif memajukan ekonomi kreatif, khususnya bagi generasi milenial dan Gen Z yang haus pengalaman, bukan sekadar menu.
Tak hanya seni dan musik, Atas Langit Café & Space Sentul juga bakal menggelar CulinaRUN 2026, sebuah fun run yang memadukan olahraga, gaya hidup, dan kolaborasi lintas sektor.
Acara ini akan bekerja sama dengan Hipmi Culinary Indonesia (HCI) dan Hipmi Running Club (HRC).
Audiensi tersebut turut dihadiri Direktur Kuliner Andy Ruswar dan Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal dari Kementerian Ekraf.
Sementara dari PHB Group hadir Chief Marketing Officer Cikhita Virginia, Chief Finance Officer Indra, Chief Business Development Officer Randy Sugiarto, serta Komisaris Rivan Bunnito.
Wartawan : Andreas













