NARASITODAY.COM, BRISBANE – Suara deru angin kencang dan hantaman hujan lebat menjadi melodi mencekam bagi warga pesisir Queensland pada Minggu (11/1/2026) dini hari. Saat fajar menyingsing, warga di Kota Ayr hingga Bowen harus terbangun dalam kegelapan dan menyaksikan sisa-sisa amukan Siklon Tropis Koji yang meninggalkan jejak kerusakan pada properti, perahu, hingga akses jalan mereka.
Siklon kategori satu ini menghantam wilayah utara Brisbane dengan kekuatan angin mencapai 95 kilometer per jam. Meski Badan Prakiraan Cuaca Nasional menyebut badai kini mulai melemah, dampak yang ditinggalkan cukup melumpuhkan aktivitas warga.
Perdana Menteri Queensland, David Crisafulli, mengonfirmasi bahwa terjangan badai telah merusak fasilitas vital di sepanjang pantai. Kota Mackay, yang merupakan gerbang menuju Great Barrier Reef, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh cuaca ekstrem ini.
“Sekitar 15 ribu rumah mengalami listrik padam akibat badai yang juga merusak properti, perahu, dan jalanan tersebut,” ujar Crisafulli.
Meskipun wilayahnya sedang dikepung bencana, Crisafulli tetap menunjukkan optimisme terhadap ketangguhan masyarakat setempat dalam menghadapi bencana musiman ini.
“Ada kemungkinan banjir, warga Queensland akan mengatasinya,” tegasnya dalam pernyataan yang disiarkan televisi dari Brisbane, mengutip Reuters.
Ancaman belum sepenuhnya berlalu. Koji tercatat membawa curah hujan hingga 200 mm dalam satu malam dan diprediksi akan terus mengguyur wilayah pesisir selama 24 hingga 48 jam ke depan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di tingkat nasional. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, memberikan peringatan keras bahwa banjir bandang kini menjadi “risiko besar” di sebagian besar wilayah pesisir Queensland. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada karena cuaca buruk diperkirakan baru akan mereda pada Senin besok.
Kehadiran Siklon Koji seolah membuka kembali luka lama bagi warga Queensland. Negara bagian ini sebelumnya baru saja berjuang pulih dari amukan Siklon Alfred pada Maret 2025. Saat itu, Alfred menghantam dengan skala yang lebih besar, memutus aliran listrik bagi ratusan ribu orang dan menyebabkan kerusakan masif.
Kini, tim darurat telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk mulai melakukan pembersihan jalan dan perbaikan jaringan listrik, sembari memantau titik-titik rawan banjir yang berpotensi mengisolasi permukiman warga.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














