NARASITODAY.COM, JAKARTA – Ikan patin dikenal sebagai salah satu ikan air tawar favorit banyak keluarga karena dagingnya yang lembut dan rasanya yang gurih. Beragam hidangan seperti patin bakar, patin kuah asam, hingga pindang patin kerap menjadi menu andalan di rumah. Namun, di balik kelezatannya, ikan patin juga memiliki tantangan tersendiri saat diolah.
Salah satu keluhan yang sering muncul adalah aroma tanah atau lumpur yang cukup menyengat. Bau ini kerap masih terasa meski ikan sudah dicuci dan dibumbui. Padahal, dengan penanganan yang tepat sejak awal, aroma tersebut bisa diminimalkan sebelum ikan dimasak.
Membersihkan lemak di bagian perut menjadi langkah penting karena bagian inilah yang sering menyimpan bau tanah paling kuat. Selain itu, penggunaan bahan sederhana seperti garam dan jeruk nipis juga membantu menetralkan aroma tak sedap sekaligus membersihkan lendir pada ikan.
Alternatif lain yang bisa dicoba adalah merendam ikan patin dengan air asam jawa atau cuka beras. Sifat asam ringan dari bahan-bahan ini efektif mengurangi bau lumpur tanpa merusak tekstur daging. Untuk hasil yang lebih segar, daun aromatik seperti daun salam, daun jeruk, atau serai juga bisa digunakan saat perendaman.
Tak kalah penting, ikan patin sebaiknya tidak langsung dimasak setelah dicuci. Proses marinasi singkat dengan bumbu dasar dapat membantu menghilangkan sisa aroma tanah sekaligus membuat rasa ikan lebih gurih dan meresap. Dengan langkah sederhana ini, olahan ikan patin di rumah bisa terasa lebih bersih, segar, dan menggugah selera. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com













