Coba Sarapan Putih Telur Selama 2 Minggu, Ahli Diet Ungkap Efeknya bagi Tubuh

0
Foto: Getty Images/iStockphoto/svehlik

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sarapan sering disebut sebagai kunci energi di pagi hari. Namun, bagaimana jika menu sarapan dibuat sangat sederhana, seperti hanya mengonsumsi putih telur? Seorang ahli diet asal Amerika, Karen Ansel, RDN, membagikan pengalamannya setelah menjalani tantangan sarapan putih telur selama dua minggu penuh.

Selama periode tersebut, Ansel mengonsumsi dua hingga tiga putih telur setiap pagi. Ia memilih putih telur karena kandungannya yang rendah kalori, lemak, dan kolesterol, namun tetap tinggi protein. Hasilnya, ia mengaku merasa kenyang lebih lama hingga waktu makan siang, terutama saat putih telur dipadukan dengan sayuran dan buah.

Baca Juga :  6 Buah yang Bikin Ginjal Lebih Kuat dan Sehat, Tanpa Perlu Obat

Tak hanya itu, performa olahraga pagi juga dirasakan lebih optimal. Putih telur dinilai cukup ringan di perut, tetapi mampu memberi energi yang stabil tanpa rasa begah. Meski demikian, pengalaman ini tidak sepenuhnya mulus. Ansel mengaku cepat merasa bosan karena rasa dan tekstur putih telur yang monoton.

Baca Juga :  Sistem Layanan BPJS di RSUD Kota Bandung Makin Canggih, Masyarakat Tak Perlu Antri Saat Mendaftar

Hal lain yang paling ia rasakan adalah kerinduan pada kuning telur. Selain memberikan cita rasa yang lebih nikmat, kuning telur ternyata menyimpan banyak nutrisi penting seperti vitamin D, vitamin B, zat besi, zinc, dan kolin. Ia pun menyimpulkan bahwa manfaat telur akan lebih optimal jika dikonsumsi secara utuh.

Baca Juga :  Hindari Heat Stroke dengan 5 Cara Mudah Ini Saat Cuaca Panas Terik

Setelah dua minggu, Ansel kembali mengonsumsi telur utuh untuk sarapan. Meski begitu, ia tetap mempertahankan kebiasaan makan putih telur rebus sebelum olahraga karena dinilai membantu performa latihan. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa pola makan sehat perlu seimbang, tidak hanya fokus pada satu jenis zat gizi saja. (MG3) 

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth