NARASITODAY.COM, TOKYO – Waseda University, salah satu institusi pendidikan swasta paling bergengsi di Jepang, mengambil langkah drastis demi menjaga integritas akademiknya. Pihak kampus resmi menggugurkan lima calon mahasiswa baru (maba) program magister (S2) dan membatalkan penerimaan tiga maba lainnya setelah skandal kecurangan tes bahasa Inggris terorganisir terkuak ke publik.
Keputusan pahit ini diambil menyusul temuan adanya praktik lancung dalam tes TOEIC (Test of English for International Communication) yang menjadi syarat mutlak seleksi masuk. Kecurangan ini diduga melibatkan jaringan terorganisir, termasuk calon mahasiswa asal China dan peserta internasional lainnya.
Berdasarkan penyelidikan internal yang mendalam, Waseda University menemukan bahwa nilai TOEIC dari 52 peserta ujian yang masuk dalam basis data seleksi mereka telah dibatalkan oleh penyelenggara tes karena terbukti curang.
Dampaknya tidak hanya menyasar calon mahasiswa, tetapi juga mereka yang sudah duduk di bangku kuliah. Seorang mahasiswa sarjana (S1) yang telah terdaftar resmi kini harus menghadapi sanksi skorsing tanpa batas waktu sebagai konsekuensi dari perbuatannya.
Pihak kampus menyatakan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk ketidakjujuran akademik.
“Pihak kampus menegaskan akan menerapkan sanksi ketat setiap kali pelanggaran terungkap demi menjaga sistem ujian masuk yang adil dan tidak memihak,” bunyi pernyataan resmi Waseda University, dikutip Kamis (15/1/2026).
Skandal ini merupakan bagian dari fenomena yang lebih luas. The Institute for International Business Communication, selaku penyelenggara resmi TOEIC di Jepang, mengungkapkan skala kecurangan yang mengejutkan. Antara Mei 2023 hingga Juni 2025, mereka telah membatalkan nilai 803 peserta ujian yang diduga terlibat dalam praktik joki dan penipuan identitas.
Informasi ini pertama kali mencuat pada Juli 2025 melalui laporan The Mainichi Japan. Sebagai respons, penyelenggara tes kini tengah merancang sistem verifikasi identitas yang jauh lebih ketat untuk menutup celah praktik peniruan identitas di masa depan.
Guncangan ini tidak hanya dirasakan di Waseda. Semangat menjaga keadilan sistem seleksi juga merambat ke kampus-kampus elit lainnya di Jepang. University of Tsukuba dan Tokyo University of Science turut mengumumkan langkah serupa mencabut tawaran masuk bagi calon mahasiswa magister yang terdeteksi menggunakan skor TOEIC ilegal.
Bagi para pelamar, kasus ini menjadi peringatan keras bahwa di dunia pendidikan Jepang, jalan pintas menuju gerbang universitas ternama hanya akan berakhir pada pembatalan mimpi dan sanksi hukum yang berat.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














