Inter Milan Kalah Lagi di Liga Champions, Chivu Soroti Proses Pendewasaan Skuad

0
Liga Champions
Inter Milan Takluk dari Arsenal, Chivu Ratapi Poin yang Terbuang di Liga Champions.Foto : AP Photo/Luca Bruno

NARASITODAY.COM, MILAN – Malam dingin di San Siro kembali menjadi saksi bisu terpuruknya raksasa Italia. Inter Milan harus menerima kenyataan pahit setelah dipaksa menyerah oleh dominasi Arsenal pada laga lanjutan Liga Champions, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini melengkapi “hattrick” kegagalan Nerazzurri di panggung Eropa setelah sebelumnya juga tumbang di tangan Atletico Madrid dan Liverpool.

Meski tampil di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Cristian Chivu tampak kesulitan membendung kecepatan lini serang The Gunners. Namun, bagi Chivu, kekalahan dari Arsenal malam ini bukanlah duri utama yang mengganjal hatinya. Ia justru menoleh ke belakang, meratapi hilangnya poin-poin krusial dalam dua laga sebelumnya yang menurutnya hilang karena kesalahan elementer.

Baca Juga :  Barcelona Resmi Mundur dari Proyek Super League, Tinggalkan Real Madrid Sendiri di Tengah Ketidakpastian

“Penyesalannya adalah dalam tiga pertandingan ini kami bisa saja mendapatkan lebih,” ucap Cristian Chivu dengan nada getir pasca-pertandingan.

“Mungkin bukan malam ini, tetapi saat melawan Atletico dan Liverpool, sedikit lebih banyak kedewasaan dan konsentrasi bisa membuat perbedaan,” lanjut Chivu.

Di balik rentetan hasil minor tersebut, Chivu mencoba melihat secercah harapan. Ia menganggap pengalaman pahit melawan tim-tim raksasa Eropa sebagai kawah candradimuka bagi karakter para pemainnya. Ada perubahan mentalitas yang dirasakannya malam ini, meski papan skor belum berpihak pada Inter.

“Saya pikir sebulan dari pertandingan-pertandingan itu, jika kami memiliki sikap yang sama seperti malam ini, maka hasilnya akan berbeda,” tegas Chivu.

Chivu memuji keberanian anak asuhnya yang tetap meladeni permainan terbuka Arsenal, meski menyadari ancaman besar dari pemain lincah seperti Bukayo Saka dan Leandro Trossard.

Baca Juga :  Big Match Chelsea vs Barcelona Panaskan Matchday 5 Liga Champions

“Meskipun ada kesulitan, skuad ini terus berjalan dengan sikap yang benar, siap bermain sepak bola terbuka mengetahui mungkin ada masalah melawan pemain seperti Saka dan Trossard,” imbuhnya.

Ketidakberuntungan Inter kian lengkap dengan terbatasnya opsi di bangku cadangan. Absennya pilar penting seperti Denzel Dumfries membuat daya gedor dari sisi sayap tumpul. Di pinggir lapangan, Chivu terlihat frustrasi saat mencoba memutar otak untuk mengubah taktik di babak kedua. Tangan sang pelatih seolah terikat dan ia ingin menyerang, namun amunisi di lini depan telah habis.

Baca Juga :  Final UEFA Conference League Menanti Pertarungan Sengit antara Crystal Palace dan Rayo Vallecano

“Kami memang memasukkan Andy Diouf di akhir, saya juga sempat berpikir untuk mengubah formasi menjadi 4-3-3, tetapi saya kekurangan kekuatan menyerang,” ungkap Chivu jujur mengenai keterbatasan skuadnya.

Menutup pernyataannya, Chivu tetap memberikan apresiasi kepada Luis Henrique dan kolega yang telah memeras keringat hingga peluit panjang berbunyi.

“Benar bahwa kami kekurangan sedikit kreativitas serangan dan umpan silang di sisi kanan, tetapi Luis Henrique bermain bagus, semua pemain berusaha keras malam ini dari awal hingga akhir,” tutupnya.

Inter kini harus segera berbenah. Tanpa kreativitas dan kedewasaan di sisa laga, ambisi mereka untuk melangkah lebih jauh di kompetisi kasta tertinggi Eropa ini terancam terkubur lebih awal.***

Editor : Alysa

Sumber : Bola.net