Peristiwa Tragis di Kanada dan Australia Tewaskan Seorang Backpacker dan Mengungkap Bahaya Dingo

0
Kanada dan Australia
Ilustrasi Pulau K'gari. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, QUEENSLANDKanada dan Australia kembali menjadi pusat perhatian terkait insiden yang melibatkan hewan liar. Seorang backpacker asal Kanada, Piper James, berusia 19 tahun, ditemukan tewas di Pulau K’gari, Queensland, Australia. Kematiannya diduga melibatkan dingo, anjing liar asli Australia yang hidup bebas di pulau tersebut.

Diketahui bahwa dingo termasuk hewan liar kategori buas dan merupakan predator puncak di Australia. Menurut laporan CNN Internasional, kematian Piper terjadi hanya dua jam setelah dia berjalan menuju pantai untuk berenang pagi hari. Hasil otopsi awal menyebutkan bahwa Piper tenggelam, namun pemeriksaan medis juga menemukan bekas gigitan dingo yang terjadi sebelum dan setelah kematiannya.

Baca Juga :  Buttermilk Chicken: Menu Sahur Simpel yang Dijamin Bikin Lahap

Pengadilan Koroner Queensland menyatakan bahwa gigitan tersebut tidak menyebabkan kematian secara langsung. Penyebab pasti kematian Piper masih menunggu hasil tes patologi lanjutan, namun peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya dingo di wilayah tersebut.

“Tentu saja, kita semua ingin percaya bahwa dia tenggelam,” ujar ayah Piper, Todd James, yang tengah berduka, dikutip Sabtu (24/1/2026). Ia menambahkan bahwa mungkin peristiwa tersebut lebih damai daripada alternatif lainnya. Todd juga menegaskan bahwa jika dingo terbukti terlibat, Piper tidak akan mendukung pemusnahan hewan tersebut.

Kasus ini akan menjadi serangan dingo fatal ketiga di Australia dalam hampir 50 tahun terakhir dan yang pertama melibatkan orang dewasa. Sebelumnya, insiden terkenal terjadi pada tahun 1980 ketika bayi Azaria Chamberlain hilang dan diduga dibawa dingo, serta pada tahun 2001 ketika seorang bocah 9 tahun tewas diserang dingo di pulau yang sama.

Baca Juga :  Petualangan Seru di 5 Resor Ski dan Wisata Gunung Bersalju di Australia

Pulau K’gari sendiri, yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, dikunjungi sekitar 500 ribu wisatawan setiap tahun. Pulau ini menjadi habitat bagi sekitar 200 ekor dingo yang dianggap memiliki DNA paling murni di Australia, sehingga konservasinya menjadi prioritas nasional.

Namun, menurut ahli biologi satwa liar Ben Allen dari Ecosure, dingo berpotensi berbahaya karena terbiasa mengaitkan manusia dengan makanan. Ia menyoroti risiko fatal yang selalu ada, terutama setelah beberapa serangan serius dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Australia Tolak Campur Militer di Konflik Iran-Israel, Fokus Evakuasi Warga

“Risiko selalu ada. Kami mulai melihat pagar-pagar dipasang di sekitar kota dan resor,” ujar George Seymour, walikota wilayah Fraser Coast yang mencakup K’gari, menambahkan langkah-langkah keamanan yang semakin diperketat di wilayah tersebut.

Insiden terbaru ini mengingatkan bahwa keindahan alam dan satwa liar tidak selalu tanpa risiko, dan pentingnya menjaga jarak serta kewaspadaan saat berinteraksi dengan lingkungan alam yang alami.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com