Virus Nipah Mengguncang India, Warga Benggala Barat Dialihkan ke Langkah Pencegahan Ketat

0
virus Nipah
Ilustrasi Tabung sampel darah positif dengan tes virus Nipah.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, KOLKATA – Suasana di pusat bisnis timur India, Benggala Barat, mendadak mencekam. Setelah akhir pekan yang tenang, otoritas kesehatan mengonfirmasi lima kasus virus Nipah yang mematikan, memaksa hampir 100 orang masuk ke dalam karantina rumah. Ketakutan kini merayap di lorong-lorong rumah sakit di Kolkata dan sekitarnya, tempat para pasien berjuang melawan virus yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat.

Mengutip laporan The Independent, Senin (26/1/2026), wabah kali ini terasa lebih getir karena menyerang mereka yang berada di garis depan. Laman Global Times merinci bahwa di antara pasien yang terinfeksi terdapat seorang dokter dan dua perawat.

“Di antara kasus yang terkonfirmasi terdapat dua perawat dan satu dokter, dan dilaporkan bahwa dua perawat yang bekerja di Kolkata berada dalam kondisi kritis,” tulis laporan tersebut.

Baca Juga :  Krisis LPG India Memaksa Warga Miskin Kembali ke Kayu Bakar, Polusi Udara New Delhi Kian Mencekik

Sumber infeksi diyakini bermula dari sebuah rumah sakit swasta dekat Kolkata. Merujuk laporan The Hindu, interaksi antara pasien dan tenaga medis diduga terjadi pada rentang 28-30 Desember lalu. Gejala mulai muncul ke permukaan tepat saat pergantian tahun, antara 31 Desember hingga 2 Januari.

Kini, satu pasien dilaporkan dalam kondisi kritis, memicu peringatan darurat bagi seluruh sistem kesehatan di negara tersebut. Penggunaan masker kembali disarankan secara ketat untuk membendung penyebaran lebih luas.

Pemerintah pusat India bertindak cepat dengan mengirimkan tim respons pusat untuk memantau situasi di Benggala Barat. Pejabat senior Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya mencegah bencana kesehatan berskala besar.

Baca Juga :  7 Buah Langka Asli Indonesia yang Perlu Dilestarikan, Ada yang Hampir Punah

“Mengingat seriusnya infeksi virus Nipah, yang merupakan penyakit zoonosis dengan angka kematian tinggi dan potensi penyebaran yang cepat, situasi ini ditangani dengan prioritas utama,” ujar seorang pejabat senior kepada The Hindu.

Virus Nipah (NiV) bukanlah nama baru dalam sejarah medis, namun tetap menjadi salah satu patogen paling ditakuti. Pertama kali diidentifikasi pada 1999 di Malaysia, virus ini memiliki tingkat kematian yang mengerikan, berkisar antara 40% hingga 75%.

Para ahli menjelaskan bahwa virus ini biasanya menular dari kelelawar melalui buah yang terkontaminasi. Gejalanya sering menipu pada tahap awal karena menyerupai flu biasa: demam, nyeri otot, dan kelelahan. Namun, menurut CDC, virus ini dapat berkembang menjadi komplikasi fatal.

  • Gejala Awal: Demam, sakit kepala, sesak napas.
  • Komplikasi Serius: Peradangan otak (ensefalitis) yang dapat menyebabkan kejang hingga kematian.
  • Dampak Jangka Panjang: Penyintas sering mengalami perubahan kepribadian atau kejang terus-menerus.
Baca Juga :  5 Faktor Risiko Kanker Kepala dan Leher yang Bisa Kamu Hindari

Kini, dengan tim pemantau yang bekerja sepanjang waktu dan puluhan orang dalam pengawasan ketat, India tengah berpacu dengan waktu. Di kota sepadat Kolkata, kedisiplinan karantina menjadi satu-satunya benteng untuk memastikan virus zoonosis ini tidak bermutasi menjadi tragedi nasional yang tak terkendali.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com