Dua Turis Indonesia Tewas dalam Kecelakaan Maut di Norwegia

0
Bekasi
Ilustrasi kaca mobil pecah. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, HARSTAD – Pemandangan musim dingin yang tenang di wilayah Tjeldsund, Norwegia, berubah menjadi kelabu pada Selasa (27/1/2026). Sebuah kecelakaan frontal di jalan raya E10 merenggut nyawa dua perempuan lanjut usia asal Indonesia yang tengah berkunjung ke wilayah utara tersebut.

Insiden ini mengguncang komunitas lokal di Harstad, tempat para korban memiliki keterkaitan emosional. Tabrakan yang melibatkan tujuh orang tersebut terjadi di tengah kondisi jalan yang dilaporkan bersalju dan dingin, memaksa otoritas setempat mengeluarkan peringatan darurat tingkat tertinggi.

Detik-Detik Tabrakan Frontal

Layanan darurat menerima laporan pertama pada sore hari saat hari mulai menggelap. Kepala penanganan kecelakaan, Lars-Erik Markussen Solheim, menggambarkan situasi di lokasi kejadian sangat genting saat tim penyelamat tiba.

“Kami menerima laporan kecelakaan pada pukul 15.42. Laporan itu mengatakan tampaknya itu adalah tabrakan frontal, ada beberapa orang yang terluka di tempat kejadian dan insiden itu serius,” kata Markussen Solheim kepada media lokal Harstad Tidende.

Dua korban jiwa yang merupakan perempuan berusia 70-an tahun dinyatakan tewas di lokasi. Sementara itu, lima korban lainnya yang juga terlibat dalam tabrakan tersebut segera dilarikan ke Rumah Sakit Harstad dengan tingkat cedera yang bervariasi, mulai dari luka ringan hingga serius.

Baca Juga :  Pengesahan Revisi UU TNI Menyulut Kekecewaan, Jae Park (eaJ) Dukung Masyarakat Indonesia Lewat Media Sosial

Investigasi di Jalur Lawan

Hingga Rabu malam, tim investigasi dari Administrasi Jalan Raya Norwegia masih bekerja keras menyisir puing-puing kendaraan di lokasi kejadian. Dugaan awal mengarah pada pelanggaran jalur oleh salah satu kendaraan yang terlibat.

Manajer operasional kepolisian, Christian Andreassen, mengungkapkan bahwa posisi akhir kendaraan memberikan petunjuk kuat mengenai kronologi kejadian.

Baca Juga :  Indonesia Tunda Pembahasan Dewan Perdamaian di Tengah Perang Timur Tengah

“Tampak sangat mungkin bahwa salah satu kendaraan memasuki jalur berlawanan dan menyebabkan tabrakan frontal,” ujar Andreassen.

Meski demikian, polisi telah memastikan bahwa alkohol bukan menjadi faktor penyebab dalam tragedi ini. Andreassen menegaskan tidak ditemukan indikasi pengemudi berada di bawah pengaruh zat terlarang. Di sisi lain, Markussen Solheim meminta publik untuk bersabar menunggu hasil resmi.

“Terlalu dini untuk mengajukan pertanyaan tentang penyebab kecelakaan karena penyelidikan masih berlangsung,” tambahnya.

Duka dan Pendampingan Psikologis

Wali Kota Harstad, Else Marie Stenhaug, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas peristiwa yang menimpa para turis tersebut. Pemerintah kota tidak tinggal diam dan segera mengaktifkan protokol bantuan kemanusiaan bagi mereka yang berduka.

“Sangat tragis ketika kita mengalami kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa. Sekarang kami akan melakukan yang terbaik untuk merawat kerabat dan keluarga serta orang lain yang terkena dampak,” kata Stenhaug. Pemerintah kota telah menyiagakan tim krisis psikososial untuk memberikan pendampingan bagi para penyintas dan keluarga korban.

Baca Juga :  Krisis Energi Hebat Melanda Bangladesh di Tengah Gelombang Panas Ekstrem

Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Perlindungan WNI masih dalam proses verifikasi dan belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas detail para korban.

Di lokasi kejadian, arus lalu lintas jalan E10 sempat dialihkan melalui Breistrandveien. Meski kondisi cuaca cukup ekstrem dengan suhu dingin yang menggigit, arus kendaraan dilaporkan tetap berjalan lancar melalui jalur pengalihan tersebut, menyisakan kesunyian di titik tragedi yang merenggut nyawa dua pelancong dari negeri tropis.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com