
NARASITODAY.COM, BOGOR – Pengembangan Desa Wisata Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, mendapat dukungan dari PT Pegadaian Kantor Wilayah VIII Jakarta I melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan tersebut diwujudkan dalam pembangunan sejumlah fasilitas penunjang guna meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Curug Cidurian.
Program TJSL tersebut meliputi pembangunan area parkir baru, delapan unit MCK, shelter, serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 5.000 watt. Kehadiran fasilitas itu diharapkan mampu memperkuat infrastruktur pendukung destinasi wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Ketua Pokja Ecowisata Cibuluh, Anung Suherman, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pegadaian yang dinilainya membawa manfaat nyata bagi pengembangan kawasan wisata.
Menurutnya, keberadaan area parkir baru membuat jarak tempuh wisatawan menuju Curug Cibuluh menjadi lebih dekat. Jika sebelumnya pengunjung harus berjalan sekitar dua kilometer dari lokasi parkir lama, kini jaraknya berkurang menjadi sekitar 1,2 kilometer.
“Fasilitas yang diberikan sangat membantu kami, mulai dari parkiran, MCK hingga pembangkit listrik tenaga surya. Semua ini menjadi penunjang penting bagi kenyamanan wisatawan,” ujar Anung, Sabtu (11/7/2026).
Ia menuturkan, listrik yang dihasilkan dari PLTS dimanfaatkan untuk mendukung penerangan di area MCK dan parkir, sekaligus memenuhi kebutuhan listrik bagi wisatawan yang menginap di sekitar kawasan wisata.
Anung berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Desa Kiarasari untuk mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Ia juga mengungkapkan, jumlah kunjungan ke Curug Cibuluh terus menunjukkan tren peningkatan. Selain didatangi wisatawan dari berbagai wilayah di Bogor, destinasi tersebut kini juga mulai ramai dikunjungi wisatawan asal Depok, Bekasi, dan Tangerang.
Sementara itu, Penasehat Desa Wisata Kiarasari, Rojak Nurhawan, mengatakan dukungan Pegadaian menjadi angin segar di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa bersama kelompok kerja wisata untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan destinasi.
Ia menjelaskan, pengelolaan Desa Wisata Cibuluh menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT), yakni model pengembangan destinasi yang diprakarsai, dikelola, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dengan tetap mengedepankan nilai budaya serta kearifan lokal.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah desa berharap pengembangan infrastruktur wisata tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Wartawan : Andreas













