
NARASITODAY.COM, MADRID – Langit di atas Semenanjung Iberia kembali menghitam. Hanya berselang beberapa bulan setelah tragedi banjir mematikan yang menyisakan trauma mendalam, Spanyol dan Portugal kini harus kembali bersiap menghadapi amukan alam. Selasa (3/2/2026), Badai Leonardo mulai mendekat dari Samudra Atlantik, memaksa pihak berwenang menetapkan status siaga tinggi demi menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
Suasana di wilayah selatan Andalusia kini dipenuhi ketegangan. Jalan-jalan mulai sepi, suara sirine peringatan sesekali memecah keheningan, dan ribuan orang bersiap mengamankan diri di dalam rumah.
Badan meteorologi Spanyol, AEMET, tidak main-main dalam mengeluarkan peringatan. Status merah tertinggi yang berarti risiko nyawa sangat besar telah ditetapkan untuk wilayah Ronda dan Grazalema di Andalusia pada Rabu besok. Badai Leonardo diprediksi membawa curah hujan ekstrem yang berpotensi memicu banjir bandang dan tanah longsor.
Pemimpin pemerintah daerah Andalusia, Juanma Moreno, menyampaikan pesan emosional kepada warga di tengah pengerahan personel militer untuk membantu tim penyelamat.
“Saya memohon agar penduduk mengedepankan kehati-hatian maksimal dan menggunakan akal sehat dalam menghadapi situasi ini,” kata Moreno sebagaimana dikutip dari AFP.
Sebagai tindakan preventif, pemerintah memutuskan menutup seluruh sekolah di wilayah Andalusia mulai Rabu, kecuali di provinsi Almeria. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada anak sekolah yang terjebak di tengah terjangan air bah yang bisa datang sewaktu-waktu.
Kondisi serupa terjadi di Portugal. Badan cuaca IPMA menetapkan status siaga oranye seiring mendekatnya badai. Luka warga Portugal masih basah; pekan lalu, Badai Kristin telah merenggut lima nyawa dan melukai 400 orang lainnya.
Tragedi pekan lalu sangat memilukan yaitu tiga orang tewas terjatuh saat mencoba memperbaiki atap rumah mereka yang bocor, sementara satu orang lainnya meninggal akibat keracunan karbon monoksida dari generator listrik saat mencoba bertahan di tengah kegelapan akibat terputusnya aliran listrik.
Kini, puluhan ribu rumah di Portugal masih berjuang tanpa listrik. Pemerintah Portugal pun telah menyetujui anggaran raksasa senilai 2,5 miliar euro (Rp 42 triliun) untuk proses rekonstruksi yang kini terancam terhambat oleh datangnya Badai Leonardo.
Bagi warga Spanyol, Badai Leonardo membawa kembali bayang-bayang kelam Oktober 2024. Saat itu, banjir dahsyat di Valencia menelan lebih dari 230 korban jiwa sebuah pengingat pahit akan keganasan cuaca ekstrem.
Para ilmuwan menegaskan bahwa frekuensi dan intensitas badai yang semakin sering ini merupakan dampak nyata dari perubahan iklim global. Dengan prediksi hujan salju lebat dan angin kencang yang akan bertahan hingga Sabtu, warga di Semenanjung Iberia kini hanya bisa bersiap dan berdoa agar “Leonardo” tidak meninggalkan jejak kehancuran yang sama dalamnya.***
Sumber : cnbcindonesia.com













