Inggris Keluarkan Ratusan Peringatan Banjir Akibat Hujan Tak Berhenti

0
banjir
Ilustrasi tergenang banjir setelah hujan.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, LONDONĀ – Pemerintah Inggris mengeluarkan 89 peringatan banjir dan 223 siaga banjir di seluruh wilayah hingga Minggu (8/2/2026) sore waktu setempat. Badan Lingkungan Hidup Inggris memfokuskan peringatan di barat daya, Midlands, dan empat di Skotlandia, dengan prediksi banjir air tanah di Dorset, Wiltshire, Hampshire, serta West Sussex selama lima hari ke depan.

Luapan sungai diprediksi melanda Sungai Severn lima hari, Sungai Trent dan Soar hingga Selasa, serta banjir daratan lokal di selatan dan barat Inggris pada Senin-Rabu. Met Office mengeluarkan peringatan kuning untuk hujan deras Senin pukul 12.00-00.00, mencakup London, Inggris Tenggara, Barat Daya, dan Wales, berisiko ganggu perjalanan serta padam listrik.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Melanda Arab hingga Gaza, Warga Diminta Waspada dan Siaga Tinggi

Cuaca Ekstrem Panjangkan Malapetaka Awal 2026

Fenomena ini lanjutkan rekor hujan 36 hari berturut-turut di awal 2026, dengan curah 50% di atas normal di barat daya dan Wales Selatan, pasca-tiga badai Januari. Petani di Somerset kehilangan panen, sementara komuter Midlands hadapi jalan tol lumpuh menguji ketangguhan jutaan warga di tengah tren pemanasan global yang perburuk banjir tahunan.

Baca Juga :  Delegasi Ordinariatus Castrensis Indonesia Hadiri SAGKI 2025 Bersama Umat Katolik Nasional

“Pita hujan dan hujan lebat akan bergerak ke timur melintasi bagian selatan Inggris dan Wales selama Senin sore dan malam. Curah hujan 10-15 mm kemungkinan besar terjadi secara luas dengan 20-30 mm di beberapa tempat yang terpapar angin kencang dari selatan ke tenggara,” ungkap peramal cuaca Met Office dikutip Independent, Selasa (10/2/2026).

Juru bicara Met Office, Stephen Dixon, menjelaskan pola basah merata. “Hujan telah dilaporkan terjadi di suatu tempat dalam jaringan setiap hari sepanjang tahun ini. Meskipun jumlahnya tidak signifikan pada beberapa hari, dan beberapa daerah mengalami hari yang kering, Inggris mengalami awal tahun yang basah, terutama di Irlandia Utara dan Inggris selatan,” katanya.

Baca Juga :  Ketua PWI Kabupaten Bogor Apresiasi untuk Lensa yang Bercerita

Dixon tambahkan pemicu utama. “Hal ini sebagian besar disebabkan oleh suksesi front atau sistem tekanan rendah yang datang dari barat, membawa hujan lebat pada waktu-waktu tertentu, serta angin yang merusak bagi sebagian wilayah. Ada sedikit tanda mereda dalam perkiraan saat ini, dengan cuaca tidak menentu lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang dan selama akhir pekan,” pungkasnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com