Badai Nils Lumpuhkan Selatan Prancis, 450.000 Rumah Tanpa Listrik

0
Prancis
IIlustrasi French Riviera.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, PARISPrancis bagian selatan terbangun dalam keheningan yang mencekam pada Jumat (13/2/2026). Setelah malam panjang diterjang Badai Nils yang membawa angin kencang dan hujan deras, sekitar 450.000 rumah tangga kini harus bertahan tanpa aliran listrik. Pohon-pohon raksasa tumbang melintang di jalanan, sementara banjir mengubah rute transportasi menjadi aliran sungai yang tak bisa dilalui.

Badai yang menyapu salah satu negara dengan jaringan nuklir terpadat di Eropa ini tidak hanya melumpuhkan infrastruktur, tetapi juga memakan korban jiwa. Otoritas Prancis mengonfirmasi seorang pengemudi truk tewas seketika setelah sebuah pohon tumbang dan menghancurkan kaca depan kendaraannya.

Bagi warga yang terdampak, Badai Nils bukan sekadar angka dalam laporan cuaca, melainkan teror nyata yang merayap di atap rumah mereka. Di desa Roaillan, dekat Bordeaux, Eugenie Ferrier (32) menceritakan bagaimana ia terjaga sepanjang malam oleh suara kehancuran di luar rumahnya.

Baca Juga :  Harga Listrik Aman, Pemerintah Pastikan Tarif PLN Tetap Selama 2025

“Sepanjang malam, Anda bisa mendengar ubin-ubin atap terangkat, tempat sampah bergulingan di jalanan, itu benar-benar gila,” kenang Eugenie.

Keajaiban serupa dirasakan Ingrid, seorang penjual bunga di kota Perpignan. Ia nyaris menjadi korban saat sebuah pohon tumbang tepat di jalurnya berkendara.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Sebuah pohon hampir menimpa mobil saya, selisih dua detik saja mungkin pohon itu sudah menghantam saya,” ujar Ingrid dengan nada bergetar.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Tegaskan Pengelolaan BUMD Profesional, Fokus Profit dan Berdampak Bagi Masyarakat

Operator listrik negara, Enedis, bergerak cepat di tengah kekacauan. Sekitar 3.000 personel dikerahkan ke titik-titik kerusakan terparah. Meski Badai Nils telah bergerak ke arah timur pada Kamis malam, sisa-sisa kekuatannya meninggalkan medan yang sulit ditaklukkan.

“Enedis telah memulihkan layanan kepada 50% dari total 900.000 pelanggan yang sebelumnya mengalami pemutusan aliran listrik,” tulis pihak Enedis dalam keterangan resminya, Jumat pagi.

Namun, pekerjaan ini tidaklah mudah. Direktur Krisis Enedis, Herve Champenois, mengungkapkan bahwa air yang masih menggenang menjadi musuh utama tim di lapangan.

“Kendala utama di lapangan adalah kondisi geografis pasca-badai. Banjir mempersulit perbaikan karena lahan-lahan tergenang air dan beberapa akses jalan masih terblokir,” jelas Champenois dalam konferensi persnya.

Baca Juga :  Rekayasa Lalu Lintas One Way Diterapkan Menuju Puncak, 10 Ribu Kendaraan Sudah Masuk

Keganasannya tidak hanya berhenti di perbatasan Prancis. Puluhan orang dilaporkan terluka di Spanyol, sementara di Portugal, sebuah jembatan layang runtuh sebagian akibat terjangan arus banjir yang masif.

Meskipun Badai Nils mulai menjauh, pemerintah Prancis tetap menyiagakan status waspada di sejumlah wilayah selatan untuk mengantisipasi banjir susulan. Dengan 18 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang menyuplai 70% kebutuhan listrik nasional, pemulihan jaringan transmisi kini menjadi prioritas utama demi mengembalikan stabilitas energi di negeri tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com