NARASITODAY.COM, BOLOGNA – Perayaan kesuksesan Ducati musim lalu menyisakan satu ganjalan kecil di tengah pesta besar mereka. General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, secara terbuka menyebut MotoGP 2025 sebagai tahun yang luar biasa bagi pabrikan Italia tersebut, meski ia mengakui adanya rapor merah pada performa sang bintang utama, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia.
Sepanjang musim lalu, Ducati mengukuhkan diri sebagai penguasa absolut di lintasan balap. Kehadiran Marc Marquez menjadi simbol kesuksesan baru, membawa Ducati memuncaki klasemen konstruktor sekaligus mengantar Ducati Lenovo ke posisi nomor satu dalam kategori tim.
“Tidak diragukan lagi, itu adalah tahun yang indah. Saya bisa bilang beberapa tahun terakhir begitu indah,” ujar Dall’Igna mengenang dominasi timnya, sebagaimana dilansir dari Motosan, Minggu (15/2/2026).
Gading yang Retak di Garasi Pecco
Keberhasilan Ducati musim lalu memang merata. Hampir seluruh penunggang Desmosedici merasakan manisnya podium, menciptakan standar baru dalam sejarah MotoGP modern. Namun, di balik angka-angka kemenangan tersebut, Dall’Igna tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dihadapi Bagnaia.
“Seluruh pembalap kami bisa naik podium, dan empat di antaranya bisa memenangi balapan. Tentu saja itu adalah tahun yang indah,” ucapnya melanjutkan.
Namun, kejujuran muncul saat ia membahas performa Pecco yang gagal tampil optimal. Dall’Igna menyebut kegagalan membawa juara dunia dua kali itu ke level puncaknya adalah kekurangan terbesar tim musim lalu.
“Kami tidak bisa membawa Pecco ke kondisi di mana dia bisa tampil dengan performa terbaik. Terkadang, hal-hal tidak berjalan seperti yang kita inginkan, melainkan seperti yang dikehendaki keadaan,” ungkap Dall’Igna dengan nada reflektif.
Meski demikian, arsitek di balik keganasan motor Desmosedici ini tetap membela timnya. Bagi dia, ketidaksempurnaan adalah bagian dari proses balapan yang sangat dinamis. “Tidak ada yang melakukan semua dengan sempurna selamanya. Hasil keseluruhannya benar-benar positif,” terangnya menambahkan.
Kini, Ducati bersiap menatap musim baru dengan amunisi yang kian mengerikan. Mereka tetap akan menyokong tiga tim utama: Ducati Lenovo, BK8 Gresini, dan Pertamina Enduro VR46 Racing Team.
Deretan nama besar siap mengendalikan motor Desmosedici musim ini, mulai dari duo raksasa Bagnaia dan Marquez, hingga talenta muda Fermin Aldeguer. Mereka akan bergabung dengan nama-nama berpengalaman seperti Alex Marquez, Franco Morbidelli, dan Fabio Di Giannantonio.
Tantangan bagi Dall’Igna kini bukan lagi sekadar menang, melainkan bagaimana memastikan “keadaan” di dalam garasi tidak lagi menghambat performa terbaik para pembalapnya, terutama Pecco Bagnaia yang haus akan pembuktian kembali.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














