NARASITODAY.COM, NIGER STATE – Keheningan dini hari di wilayah barat laut Nigeria berubah menjadi horor mematikan saat ratusan pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor menyerbu permukiman warga pada Minggu (15/2/2026). Serangkaian serangan terkoordinasi di Negara Bagian Niger ini menewaskan sedikitnya 30 orang dan memaksa ribuan penduduk melarikan diri ke hutan dalam ketakutan.
Para penyerang, yang oleh otoritas setempat dijuluki sebagai “bandit”, menyapu tiga desa di wilayah Borgu yang berbatasan dengan Republik Benin. Mereka tidak hanya mengincar nyawa, tetapi juga menghanguskan rumah dan mata pencaharian warga dalam aksi pembakaran massal.
Suara Tembakan di Balik Kabut Pagi
Serangan bermula saat sebagian besar warga masih terlelap. Di desa Konkoso, peluru mulai menghujani pemukiman sesaat sebelum matahari terbit. Jeremiah Timothy, salah satu warga yang berhasil meloloskan diri dari maut, menceritakan detik-detik mencekam saat desa mereka dikepung.
“Sedikitnya 26 orang tewas sejauh ini setelah mereka juga membakar kantor polisi,” kata Timothy.
Ia menambahkan bahwa para penyerang memasuki desa sekitar pukul 06.00 pagi dan menembaki warga secara membabi buta. Di tengah kekacauan tersebut, warga sempat mendengar deru jet militer yang terbang di atas wilayah mereka, namun serangan terus berlanjut dengan brutal.
Eksekusi di Tunga-Makeri
Skala serangan kali ini tergolong masif. Seorang saksi mata yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa jumlah pelaku sangat besar, seolah-olah sebuah pasukan kecil yang bergerak cepat.
“Mereka datang dengan lebih dari 200 sepeda motor dan menyapu desa-desa di area ini,” ujarnya.
Kengerian serupa terjadi di Tunga-Makeri sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Auwal Ibrahim, warga setempat, menyaksikan langsung bagaimana desa mereka dihancurkan dalam hitungan jam.
“Mereka menyerbu kota kami dengan banyak motor sambil menembak. Enam orang dipenggal, lainnya ditembak. Toko-toko dibakar dan seluruh desa dipaksa mengungsi,” kata Ibrahim pilu.
Hingga saat ini, banyak warga yang masih bersembunyi di area pengungsian karena meyakini para penyerang masih bergerilya di sekitar wilayah tersebut.
Tekanan bagi Keamanan Nasional
Juru bicara Kepolisian Negara Bagian Niger, Wasiu Abiodun, mengonfirmasi bahwa desa Tunga-Makeri merupakan salah satu target utama.
“Bandit yang diduga kuat menyerbu desa Tunga-Makeri, enam orang tewas, sejumlah rumah dibakar, dan beberapa warga diculik meski jumlah pastinya masih didata,” ujar Abiodun.
Pihak kepolisian melaporkan bahwa setelah melumpuhkan Tunga-Makeri, kelompok bersenjata tersebut bergerak menuju desa Konkoso. Sementara itu, detail mengenai korban di lokasi ketiga masih dalam proses penyelidikan intensif.
Eskalasi kekerasan ini menempatkan Pemerintah Nigeria di bawah tekanan besar. Masalah keamanan kini menjadi isu krusial yang mengancam stabilitas nasional, mengingat kelompok bandit ini terus melakukan aksi pembunuhan, penculikan untuk tebusan, hingga pengusiran warga secara sistematis dari tanah mereka sendiri.***
Editor : Alysa














