China Konfirmasi Warga Kanada dan Inggris Bisa Kunjungi Tanpa Visa Mulai 17 Februari 2026

0
visa
Ilustrasi dokumen visa AS .Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BEIJING – Mulai Selasa, 17 Februari 2026, pintu menuju Negeri Tirai Bambu akan terbuka lebih lebar bagi warga negara Kanada dan Inggris. Kebijakan bebas visa ini menandai babak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara Barat tersebut dengan Beijing, sebuah langkah yang disebut-sebut sebagai upaya mencari stabilitas di tengah ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat.

Keputusan strategis ini merupakan buah manis dari diplomasi tingkat tinggi yang dilakukan oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, saat mengunjungi Beijing pada Januari lalu.

Baca Juga :  Cocok Jadi Orangtua Menyenangkan? Simak 5 Tandanya!

Mengalihkan Pandangan dari Washington

Kunjungan Starmer dan Carney ke Beijing bukan sekadar seremonial. Di tengah arah kebijakan Washington yang semakin sulit ditebak, London dan Ottawa tampak mulai mengalihkan fokus untuk memperkuat kemitraan dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia. Pertemuan dengan Presiden Xi Jinping menjadi titik balik yang menghasilkan kesepakatan akses bebas hambatan bagi para pelancong dan pelaku bisnis.

Kementerian Luar Negeri China secara resmi mengonfirmasi bahwa kebijakan ini akan berlaku hingga 31 Desember 2026. Hal ini memberikan ruang luas bagi mobilitas warga negara Kanada dan Inggris untuk mengeksplorasi potensi di China.

Baca Juga :  Ingin Pertemananmu Berkualitas? Ikuti 5 Tips Membangun Relasi Baru Ini

“Pemegang paspor biasa dari negara-negara ini dapat memasuki China tanpa visa untuk bisnis, pariwisata, mengunjungi kerabat dan teman, pertukaran, atau transit untuk jangka waktu tidak melebihi 30 hari,” tulis Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan resminya, sebagaimana diberitakan AFP.

Mempererat Hubungan Antarmanusia

Lebih dari sekadar urusan ekonomi, kebijakan ini dipandang sebagai upaya Beijing untuk memperbaiki citra dan mempererat hubungan “akar rumput” dengan masyarakat internasional. China ingin menunjukkan bahwa pintunya tetap terbuka bagi dunia luar di tengah ketegangan geopolitik yang kerap terjadi.

Baca Juga :  Senator Kolombia Aida Quilcue Selamat dari Penculikan di Cauca

Kementerian Luar Negeri China menambahkan bahwa langkah ini bertujuan untuk “lebih memfasilitasi pertukaran antar masyarakat antara China dan negara-negara lain.”

Bagi warga Kanada dan Inggris, ini adalah kesempatan langka. Selama 30 hari penuh, mereka kini bisa melintasi Tembok Besar atau menjelajahi distrik bisnis Shanghai tanpa harus melalui birokrasi visa yang biasanya memakan waktu. Sebuah langkah kecil di paspor, namun menjadi lompatan besar dalam peta diplomasi internasional tahun 2026.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com