Pemerintah Indonesia Rencanakan Penempatan Pasukan ke Jalur Gaza sebagai Kontribusi Perdamaian Internasional

0
Jalur Gaza
Ilustrasi TNI Indonesia yang sedang berbaris.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di balik barak-barak militer tanah air, derap langkah ribuan prajurit kini tengah dipersiapkan untuk sebuah misi bersejarah melintasi samudera. Pemerintah Indonesia sedang mematangkan rencana pengiriman pasukan ke Jalur Gaza, Palestina, sebagai bagian dari kontribusi nyata menciptakan stabilitas di wilayah yang telah lama terkoyak konflik.

Di bawah bendera Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), Indonesia diprediksi akan menjadi negara pertama yang menginjakkan kaki di Gaza untuk misi pemulihan pasca-perang antara Israel dan Hamas.

Brigade Gabungan dalam Posisi Siaga

TNI telah menyiapkan kekuatan besar berupa brigade komposit berjumlah 8.000 personel. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Donny Pramono, mengungkapkan bahwa persiapan administrasi hingga pemeriksaan kesehatan dijadwalkan rampung pada Februari ini.

Baca Juga :  Legenda Smackdown Rey Misterio Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Meski kesiapan fisik telah mencapai puncaknya, Donny menegaskan bahwa seluruh pergerakan tetap bergantung pada lampu hijau dari pemegang kekuasaan tertinggi.

“Berdasarkan info yang kami dapatkan, sampai saat ini belum ada keputusan politik negara mengenai tanggal keberangkatan TNI ke Gaza,” kata Donny, dikutip Selasa (17/2/2026).

Sesuai linimasa yang disusun, sekitar 1.000 personel tim pendahulu ditargetkan siap sedia pada April 2026, disusul seluruh elemen pasukan pada akhir Juni. Namun, Donny menggarisbawahi status “siap berangkat” tersebut.

“Sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026, dan seluruh elemen 8.000 personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026. Namun, jadwal keberangkatan tetap sepenuhnya menunggu keputusan politik negara dan mekanisme internasional yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Bogor Apresiasi Prestasi Internasional Sutradara Mama Jo Asal Citeureup

Menanti Ketukan Palu di Washington

Kepastian misi ini kini tertuju pada Washington, Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam KTT Board of Peace (BoP) pada 19 Februari mendatang. Pertemuan puncak ini menjadi penentu kapan bendera Merah Putih akan bersanding dengan panji internasional di Gaza.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan RI, Brigjen Rico Ricardo Sirait, meminta publik untuk bersabar hingga pertemuan tersebut usai. “Tunggu ini (kegiatan di BoP) ya,” singkat Rico.

Bukan Misi Tempur

Meski pengerahan ISF kerap dikaitkan dengan pengawasan ketat, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia memberikan jaminan bahwa keterlibatan TNI murni bersifat kemanusiaan dan stabilisasi, bukan untuk mengangkat senjata dalam peperangan.

Baca Juga :  Say Yes to Bibir Cerah: 5 Tips Mencerahkan Warna Bibir Secara Alami dan Natural

“Keikutsertaan Indonesia bukan untuk misi tempur dan bukan untuk misi demiliterisasi,” tegas Kemlu dalam siaran persnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis kekhawatiran mengenai potensi konfrontasi fisik di lapangan. “Personel Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur atau tindakan apa pun yang mengarah pada konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata manapun,” lanjut pernyataan tersebut.

Langkah ini menjadi perwujudan amanat konstitusi Indonesia untuk ikut menjaga ketertiban dunia, menempatkan prajurit-prajurit terbaik bangsa sebagai penjaga harapan di atas tanah Palestina yang tengah berupaya bangkit.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com