Mogok Kerja Serikat Pekerja Picu Penundaan Massal di Bandara Nairobi

0
Bandara
Kursi kosong di dalam pesawat.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, NAIROBI – Kesibukan Bandara Internasional Jomo Kenyatta (JKIA) di Nairobi, Kenya, seketika berubah menjadi tumpukan antrean dan ketidakpastian pada Senin (16/2/2026). Sebagai salah satu pusat transportasi udara tersibuk di Benua Afrika, bandara ini terpaksa beroperasi dalam pincang akibat aksi mogok kerja total yang dilancarkan oleh anggota serikat pekerja penerbangan.

Perselisihan antara para pekerja dan Otoritas Penerbangan Sipil Kenya (KCAA) mencapai titik didih setelah perundingan bersama terkait hak-hak pekerja menemui jalan buntu. Dampaknya, jadwal penerbangan yang biasanya presisi kini berantakan, meninggalkan ribuan penumpang dalam penantian panjang di ruang tunggu.

Baca Juga :  Bukan Sulap, Tapi Gaya! Limbad Dicurigai Petugas Imigrasi Saat Umrah

Meskipun Otoritas Penerbangan Sipil Kenya sempat berupaya meredam aksi ini dengan mengajukan gugatan ke pengadilan pekan lalu, para pekerja tetap teguh pada pendiriannya. Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja, Moss Ndiema, menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan surut selama belum ada perintah resmi yang mengikat secara hukum.

“Ini adalah aksi mogok total. Saya belum menerima perintah pengadilan yang menghentikan mogok,” ujar Ndiema dengan tegas kepada Reuters.

Baca Juga :  Krisis Industri Tekstil Penutupan Pabrik dan PHK Massal Mengancam Ekonomi Nasional

Aksi ini merupakan buntut dari pemberitahuan mogok kerja selama tujuh hari yang telah dikeluarkan serikat pekerja pekan lalu, sebagai bentuk protes atas kegagalan kesepakatan perundingan bersama.

Operasional Maskapai Terganggu

Efek domino dari mogok kerja ini langsung memukul operasional maskapai-maskapai besar. Kenya Airways dan Precision Air dari Tanzania melaporkan gangguan serius pada jadwal keberangkatan dan kedatangan mereka. Gangguan pada unit pengendalian lalu lintas udara menjadi jantung dari kekacauan jadwal ini.

Pihak operator bandara, Kenya Airports Authority, mengakui bahwa situasi ini telah mengganggu ritme bandara yang menjadi urat nadi penerbangan di kawasan Afrika Timur tersebut.

Baca Juga :  Pasar Kerja AS Terkunci di Fenomena 'No-Hire, No-Fire', Lowongan Meningkat tapi Perekrutan Melemah

“Penundaan penerbangan terjadi karena perselisihan tenaga kerja antara serikat pekerja dan otoritas penerbangan sipil,” tulis Kenya Airports Authority dalam pernyataan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda kesepakatan baru antara kedua belah pihak. Bagi para pelancong dan pelaku bisnis yang mengandalkan Bandara Jomo Kenyatta, hari-hari ke depan tampaknya masih akan diwarnai oleh ketidakpastian jadwal terbang di tengah perjuangan hak para pekerja penerbangan Kenya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com