NARASITODAY.COM, FRANKFURT – Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menepis isu pengunduran diri sebelum masa jabatannya berakhir. Ia menegaskan berkomitmen menyelesaikan tugas hingga akhir periode pada Oktober 2027.
Pernyataan itu disampaikan Lagarde dalam wawancara dengan The Wall Street Journal yang diterbitkan Jumat (20/2/2026), menyusul laporan media yang menyebut dirinya berpotensi mundur lebih awal.
“Ketika saya melihat kembali semua tahun ini, saya pikir kita telah mencapai banyak hal, saya telah mencapai banyak hal,” kata Lagarde. “Kita perlu mengkonsolidasi dan memastikan bahwa ini benar-benar solid dan dapat diandalkan. Jadi, kepastian saya adalah bahwa itu akan berlangsung hingga akhir masa jabatan saya,” ujarnya.
Isu Mundur Lebih Awal
Sebelumnya, Financial Times melaporkan, mengutip sumber anonim, bahwa Lagarde disebut mempertimbangkan mengakhiri masa jabatannya lebih cepat dari jadwal. Jika benar terjadi, langkah itu akan memberi waktu kepada Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk ikut menentukan penggantinya menjelang pemilihan presiden Prancis pada April 2027.
Pemilu tersebut diperkirakan akan diikuti partai sayap kanan Prancis, National Rally (RN), yang dipimpin Marine Le Pen dan Jordan Bardella. Partai itu dikenal memiliki sikap skeptis terhadap mata uang euro.
Fokus pada Stabilitas Euro
Lagarde, politikus dan pengacara asal Prancis, mulai menjabat sebagai Presiden ECB pada November 2019 setelah sebelumnya memimpin Dana Moneter Internasional (IMF) selama delapan tahun. Ia menegaskan misinya di ECB adalah menjaga stabilitas harga dan keuangan di kawasan euro.
“Saya melihat misi saya sebagai melindungi euro, memastikan bahwa euro solid, kuat, dan sesuai untuk masa depan Eropa,” kata Lagarde.
Juru bicara ECB pada Rabu menambahkan,
“Presiden Lagarde sepenuhnya fokus pada misinya dan belum mengambil keputusan apapun mengenai akhir masa jabatannya.”
Lagarde bukan hanya dikenal sebagai teknokrat, tetapi juga figur politik yang mampu menjembatani kepentingan negara-negara anggota zona euro. Isu pengunduran dirinya mencerminkan betapa besar pengaruh posisi Presiden ECB terhadap dinamika politik Eropa, terutama menjelang pemilu Prancis.
Pada Juni 2025, Lagarde juga sempat menegaskan tekad menyelesaikan masa jabatan, sekaligus membantah kabar akan meninggalkan ECB untuk memimpin Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos. Ia menyebut WEF sebagai “salah satu dari banyak pilihan” yang mungkin dipertimbangkan setelah tidak lagi menjabat di ECB.**
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














