Bentrokan di Kashmir Kelolaan Pakistan Tewaskan Sembilan Orang Jelang Aksi Protes Pemilu

0
Kashmir
Massa mengikuti aksi demonstrasi di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan di tengah meningkatnya ketegangan menjelang pemilu regional.Foto : nytimes.com

NARASITODAY.COM,MUZAFFARABAD – Kabut duka dan ketegangan pekat kembali menyelimuti wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan. Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dalam bentrokan berdarah antara aparat keamanan dan pendukung kelompok protes terlarang pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat.

Tragedi ini meletus hanya sehari sebelum kelompok tersebut berencana menggelar pawai besar-besaran untuk menentang aturan pemilu regional yang kontroversial, yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini.

Jalanan yang biasanya menjadi urat nadi aktivitas warga di sektor Poonch mendadak berubah menjadi medan pertempuran sengit. Desing bentrokan pecah saat massa demonstran menghadang konvoi aparat keamanan yang tengah melintas dan mulai melakukan penyerangan terhadap petugas.

Baca Juga :  Racikan Markisa Lemonade Ice, Solusi Segar Saat Terik Melanda

Komisaris Divisi Poonch, Waheed Khan, menjelaskan bahwa aparat terpaksa mengambil tindakan tegas karena situasi yang kian terdesak di lapangan.

“Polisi dan petugas keamanan menanggapi untuk membela diri,” ujar Khan kepada Reuters, dikutip Rabu (15/7/2026).

Menurut penjelasan Khan, eskalasi kekerasan di wilayah Tararkhal menjadi yang paling mematikan dengan merenggut nyawa enam demonstran dan satu anggota kepolisian. Sementara itu, di sudut wilayah lain yakni Rawalakot, insiden terpisah juga pecah dan mengakibatkan seorang demonstran serta seorang personel keamanan kehilangan nyawa mereka.

Akar dari kemarahan publik ini dipicu oleh sengketa alokasi 12 kursi cadangan di majelis regional. Kursi-kursi tersebut diperuntukkan bagi para pengungsi Kashmir yang saat ini bermukim di wilayah lain di Pakistan.

Baca Juga :  Diduga Kelelahan, Seorang Pahlawan Pemilu di Kabupaten Bogor Berpulang Menghadap Tuhan

Bagi para pengunjuk rasa, mekanisme ini dinilai sebagai ketidakadilan yang secara sistematis menggerus hak representasi masyarakat lokal dalam roda pemerintahan daerah mereka sendiri.

Gelombang protes digerakkan oleh Komite Aksi Bersama (JAAC) sebuah kelompok yang sejak Juni lalu telah dideklarasikan sebagai organisasi terlarang di bawah undang-undang anti-teror Pakistan. JAAC sebelumnya telah menyerukan mobilisasi massa untuk melakukan pawai menuju Rawalakot pada hari Rabu ini.

Baca Juga :  PPK Gunung Putri Tidak Bisa Selesaikan Perhitungan Suara, Ketua Panwascam : Sisanya Akan Dihitung di Kabupaten

Guna mengantisipasi situasi yang semakin tidak terkendali, barikade keamanan kini diperketat di berbagai titik masuk kota. Khan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan hukum diinjak-injak oleh kelompok yang telah dilarang tersebut.

“Pasukan keamanan siap mencegah para demonstran memasuki Rawalakot,” tegas Khan.

Berdasarkan estimasi otoritas setempat, konflik politik yang berujung kerusuhan ini diperkirakan telah menelan sekitar 30 korban jiwa sejak Juni lalu. Angka yang terus bertambah ini menjadi alarm merah, merekam betapa rapuhnya stabilitas keamanan dan tingginya tensi politik di Kashmir menjelang hari pemungutan suara regional.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com