Ramadan Bikin Manis Rezeki, Gula Aren UMKM Puraseda Diserbu Pembeli

0
Ramadan
Kepala Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor tengah memperlihatkan gula aren milik warga. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Di balik semilir angin perbukitan Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, manisnya Ramadan tahun ini terasa sedikit berbeda.

Bukan cuma karena kolak dan es cendol makin sering nongkrong di meja makan, tapi karena satu bahan bakunya lagi naik daun: gula aren produksi UMKM lokal yang kini jadi buruan warga.

Berlokasi di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, para perajin gula aren mendadak sibuk bukan main sejak awal Ramadan 1447 Hijriah. Jika biasanya tungku mengepul santai, kini asapnya seperti ikut sahur dan berbuka lebih dulu.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Distribusikan Bantuan Ekonomi Produktif dalam Program 100 Hari Kerja

Kepala Desa Puraseda, Asep Ruhiat, tak menampik bahwa Ramadan selalu menjadi “musim panen” bagi para pembuat gula aren.

“Alhamdulillah, setiap memasuki Ramadan permintaan gula aren meningkat signifikan. Ini tentu menjadi berkah bagi warga kami yang menggantungkan penghasilan dari produksi gula aren,” ujarnya, Kamis (27/2/2026).

Ramadan memang punya logika sendiri. Saat orang berlomba memperbanyak ibadah, dapur-dapur juga ikut tancap gas.

Dari kolak pisang sampai bubur sumsum, semuanya seperti sepakat: tanpa gula aren, rasanya kurang sah.

Baca Juga :  Fenomena Kumpul Kebo Makin Marak di Indonesia, Khususnya Timur

Para perajin pun kebanjiran pesanan. Telepon genggam yang biasanya lebih sering dipakai untuk menerima pesan keluarga, kini sibuk menerima order.

Bahkan, sebagian sudah go digital jualan lewat platform online. Dari yang tadinya menunggu pembeli datang ke rumah, kini tinggal klik, transfer, kirim.

“Biasanya para pengrajin sekarang menggunakan telepon atau via online untuk mencari pembeli. Alhamdulillah, dengan hal itu mereka terbantu sehingga pembeli melonjak saat Ramadan,” kata Asep.

Tak hanya soal manis, pemerintah desa juga ikut mengaduk agar kualitas gula aren makin mantap.

Baca Juga :  Duel Sengit Leg Kedua Liga Champions: Liverpool vs PSG dan Pertandingan Lain yang Wajib Disaksikan

Pembinaan dilakukan mulai dari proses penyadapan nira yang lebih higienis, pengolahan yang bersih, hingga pengemasan yang lebih rapi dan menarik.

Harapannya, gula aren Puraseda bukan cuma laris saat Ramadan, tapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Bagi warga setempat, Ramadan bukan sekadar bulan penuh ampunan, tapi juga bulan penuh pesanan.

Di dapur-dapur sederhana itu, nira dipanaskan perlahan, diaduk sabar, lalu mengental menjadi kepingan manis yang tak hanya memperkaya rasa, tetapi juga menguatkan ekonomi keluarga.

Wartawan : Andreas