NARASITODAY.COM, DAVOS – Panggung bergengsi Forum Ekonomi Dunia (WEF) tengah diguncang prahara. Borge Brende, sosok yang selama hampir satu dekade menjadi nakhoda organisasi elit tersebut, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Presiden dan CEO pada Kamis (26/2/2026). Keputusan mengejutkan ini diambil setelah namanya muncul dalam dokumen hukum terkait terpidana predator seksual, Jeffrey Epstein.
Mundurnya mantan Menteri Luar Negeri Norwegia ini menandai akhir dari kepemimpinan yang selama ini identik dengan pertemuan tahunan para miliarder dan pemimpin dunia di Davos, Swiss.
Waktu yang Tepat untuk Pergi
Dalam pernyataan resminya, Brende merefleksikan 8,5 tahun masa jabatannya sebagai pengalaman yang “sangat bermakna”. Namun, bayang-bayang kasus Epstein tampaknya terlalu besar untuk diabaikan, meskipun penyelidikan internal organisasi tidak menemukan pelanggaran hukum baru.
“Setelah mempertimbangkan dengan saksama, saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Presiden dan CEO World Economic Forum,” ujar Brende. Ia menambahkan, “Sekarang adalah waktu yang tepat bagi Forum untuk melanjutkan pekerjaannya yang penting tanpa gangguan.”
Keputusan ini menyusul rilis jutaan dokumen dari Kementerian Kehakiman Amerika Serikat yang mencantumkan nama Brende puluhan kali. Meskipun kemunculan nama dalam dokumen tersebut tidak secara otomatis berarti keterlibatan dalam aktivitas kriminal, tekanan publik dan kebutuhan akan integritas organisasi memaksa Brende untuk meletakkan jabatan.
Makan Malam yang Berujung Penyesalan
Brende memberikan penjelasan terbuka mengenai interaksinya dengan Epstein yang terjadi antara tahun 2018 dan 2019. Ia mengaku perkenalan tersebut terjadi dalam jamuan makan malam formal bersama para diplomat dan pemimpin bisnis di New York.
“Tahun berikutnya, saya menghadiri dua makan malam serupa dengan Epstein, bersama para diplomat dan pemimpin bisnis lainnya. Makan malam tersebut, serta beberapa email dan pesan singkat, merupakan keseluruhan interaksi saya dengannya,” ungkap Brende.
Ia menegaskan ketidaktahuannya atas rekam jejak kelam sang predator seksual. “Saya sama sekali tidak mengetahui masa lalu maupun aktivitas kriminal Epstein,” ucapnya sembari mengakui bahwa ia seharusnya melakukan penelusuran lebih mendalam sebelum menjalin komunikasi.
Babak Baru bagi WEF
Pihak WEF sendiri telah merampungkan peninjauan independen dan menyatakan bahwa tidak ada kekhawatiran tambahan yang ditemukan. Kendati demikian, organisasi tersebut memilih untuk menghormati langkah pengunduran diri Brende demi menjaga marwah forum.
“Hasilnya menyatakan tidak ada kekhawatiran tambahan selain yang telah diungkapkan sebelumnya,” tulis WEF dalam pernyataannya yang dikutip dari AFP.
Sebagai langkah transisi, WEF menunjuk Managing Director Alois Zwinggi sebagai Presiden dan CEO sementara. Sementara itu, dewan organisasi mulai bergerak cepat mencari pengganti permanen untuk memimpin forum di tengah lanskap ekonomi global yang semakin kompleks.
Kepergian Brende menjadi pengingat keras bagaimana koneksi masa lalu, sekecil apa pun, dapat meruntuhkan karier di puncak kekuasaan global ketika bersentuhan dengan skandal kemanusiaan yang kelam.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














