NARASITODAY.COM, JAKARTA – Harum aroma takjil dan rencana buka puasa bersama (bukber) di ruang terbuka tampaknya harus dibarengi dengan persiapan ekstra. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyelimuti sebagian besar wilayah Indonesia hingga 2 Maret 2026.
Momen syahdu Ramadan kali ini dibayangi oleh “keroyokan” fenomena atmosfer. Kehadiran La Niña di skala global, yang mempercepat pembentukan awan hujan, kini berpadu dengan aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Kelvin di wilayah Indonesia. Perpaduan ini menciptakan kondisi atmosfer yang sangat labil dan kaya akan uap air.
Berdasarkan data terbaru, hampir seluruh provinsi di Indonesia masuk dalam radar kewaspadaan. Namun, beberapa wilayah diprediksi akan menghadapi curah hujan dengan intensitas yang lebih menantang.
Wilayah Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat: Empat wilayah perlu meningkatkan kesiagaan ekstra karena potensi curah hujan tertinggi berada di sini:
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan
Wilayah Potensi Hujan Sedang hingga Lebat: Mencakup sebagian besar Sumatera (Aceh hingga Lampung), seluruh Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, hingga Maluku dan Papua.
Ancaman Angin Kencang di 24 Provinsi
Tak hanya hujan, BMKG juga menyoroti potensi angin kencang yang dapat membahayakan aktivitas di luar ruangan. Wilayah mulai dari Sumatera Barat, Jakarta, Yogyakarta, hingga Papua Selatan diminta mewaspadai hembusan angin yang dapat memicu pohon tumbang atau kerusakan fasilitas umum.
Imbauan Keselamatan untuk Ibadah dan Wisata
Mengingat tingginya aktivitas masyarakat pada bulan suci ini, BMKG meminta para pemangku kepentingan dan warga untuk tidak meremehkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Kondisi atmosfer yang tidak menentu ini diharapkan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah, namun tetap menuntut kewaspadaan tinggi.
“Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata,” tulis BMKG dalam laman resminya, dikutip Kamis (26/2/2026).
Bagi warga yang hendak bepergian atau mengadakan acara di luar ruangan, BMKG menyarankan untuk selalu memantau pembaruan cuaca secara real-time melalui aplikasi InfoBMKG atau laman resmi www.bmkg.go.id. Sedia payung sebelum bukber tampaknya menjadi nasihat yang paling relevan untuk beberapa hari ke depan.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














