NARASITODAY.COM, BOGOR – Suasana tenang di kawasan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, terusik oleh aktivitas mencurigakan di sebuah rumah kontrakan. Keresahan warga yang akhirnya memuncak pada Jumat (27/2/2026) malam, membuka kedok sebuah lokasi yang diduga dijadikan tempat praktik prostitusi online.
Aparat Kepolisian Sektor Cibungbulang kemudian bergerak cepat mengamankan lokasi. Hasilnya, sembilan orang yang diduga terlibat perbuatan asusila berhasil ditangkap dan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Cibungbulang Kompol Iwan Wahyudi menjelaskan detail para tersangka yang berhasil digerebek. Dari tangan kanan waktu itu, polisi menyita lima orang perempuan dan empat orang laki-laki.
“Pihak kami mengamankan lima perempuan berinisial M (23), HI (29), F (30), N (29), dan RM (28); serta empat laki-laki berinisial BS (39), U (50), M (31), dan II (32). Semuanya langsung dibawa ke Mapolsek Cibungbulang untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Iwan kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).
Dari Keresahan hingga Penggerebekan
Terungkapnya kasus ini bermula dari naluri kewaspadaan warga sekitar. Aktivitas pulang-pergi mencurigakan di rumah kontrakan tersebut memicu kegelisahan, hingga akhirnya warga mendatangi lokasi dan mendapati sejumlah orang sedang berduaan di dalam kamar.
Iwan menuturkan bahwa aksi warga tersebut sempat memicu kerumunan sebelum aparat tiba di lokasi. Diduga kuat, transaksi seksual tersebut dijembatani oleh teknologi melalui aplikasi MiChat.
“Warga merasa resah dengan aktivitas di rumah kontrakan tersebut, yang diduga kuat menjadi tempat perbuatan asusila melalui aplikasi MiChat. Anggota patroli bersama Satpol PP segera mendatangi lokasi, setelah mendapat informasi bahwa warga sudah mulai berkerumun,” kata Iwan.
Meski geram, Iwan mengapresiasi sikap proporsional warga yang memilih melapor daripada main hakim sendiri. Situasi di lokasi pun tetap terkendali saat para terduga pelaku dievakuasi.
“Kami mengapresiasi warga yang segera melapor dan tidak melakukan tindakan anarkis. Situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif, setelah para terduga pelaku dievakuasi oleh petugas,” imbuhnya.
Pemeriksaan Intensif dan Koordinasi Dinsos
Kini, kedelapan orang tersebut menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Cibungbulang. Polisi tidak hanya menyelidiki motif pelaku, tetapi juga mendalangi praktik tersebut. Pemilik rumah kontrakan juga telah dimintai keterangan untuk memperjelas alur hukumnya.
Iwan menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini hingga ke ranah pembinaan, dengan melibatkan instansi terkait.
“Saat ini, sembilan orang tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Sosial, untuk langkah pembinaan lebih lanjut jika terbukti adanya praktik prostitusi,” kata Iwan.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














