NARRASITODAY.COM, RIZAL – Pagi yang tenang di distrik hunian Pililla, Provinsi Rizal, Filipina, berubah menjadi mencekam ketika suara mesin helikopter yang terbatuk memecah keheningan. Sebuah helikopter berpenumpang lima orang jatuh di area berumput tengah permukiman warga pada Selasa (3/3/2026) pagi, menyisakan puing-puing dan duka.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.27 waktu setempat ini menewaskan dua orang penumpang, sementara tiga lainnya, termasuk pilot, dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi terluka.
Detik-Detik Menegangkan di Atas Pemukiman
Helikopter tersebut diketahui membawa dua warga negara Malaysia dan tiga warga Filipina. Saat mesin mulai kehilangan daya di atas kawasan padat penduduk di kota kecil sekitar dua jam dari Manila itu, sang pilot harus mengambil keputusan sepersekian detik untuk menghindari malapetaka yang lebih besar.
Perwira kepolisian Provinsi Rizal, Ramjae Pangga, mengonfirmasi kepada AFP bahwa pendaratan darurat tersebut terpaksa dilakukan “karena mesin mereka hampir mati”. Meski upaya pendaratan di lahan kosong dilakukan, benturan keras tetap tak terhindarkan.
“Dua penumpang, seorang warga Malaysia dan seorang warga Filipina, tewas dalam kecelakaan itu,” lapor Pangga.
Pilot Luka Kritis, Trauma Mendalam
Wali Kota Pililla, John Masinsin, memberikan apresiasi mendalam kepada sang pilot. Di tengah situasi darurat, pilot dinilai berhasil mengarahkan pesawat ke area kosong sehingga tidak ada warga di darat yang menjadi korban tambahan. Namun, keberanian itu harus dibayar mahal dengan kondisi fisik dan psikologis yang terguncang.
“Tiga orang yang selamat masih dalam keadaan syok, terutama pilot,” ungkap Masinsin kepada AFP.
Ia menambahkan bahwa kondisi pilot saat ini dalam keadaan kritis. Ketiga korban selamat kini telah dipindahkan dari lokasi kejadian untuk mendapatkan perawatan intensif. “Mereka sekarang dalam perjalanan menuju rumah sakit tersier di Metro Manila, atas permintaan keluarga mereka,” lanjutnya.
Investigasi Mesin Mati
Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi sementara tim dari Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP) memulai penyelidikan di antara puing-puing helikopter. Fokus utama investigasi adalah mencari tahu mengapa mesin helikopter tersebut kehilangan tenaga secara mendadak di tengah penerbangan rutin.
Bau bahan bakar dan bekas hantaman di area berumput Pililla menjadi saksi bisu sebuah penerbangan yang berakhir tragis, sekaligus menjadi pengingat akan tipisnya batas antara keselamatan dan maut di cakrawala.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













