Kisah Zaid bin Haritsah, Sahabat Nabi yang Namanya Diabadikan dalam Al-Qur’an

0
lustrasi Zaid bin Haritsah (Foto: Getty Images/GCShutter)

NARASITODAY.COM, JAKARTA  – Dalam sejarah Islam, terdapat banyak sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki kisah luar biasa. Salah satu di antaranya adalah Zaid bin Haritsah, sahabat yang memiliki kedudukan istimewa karena namanya disebut secara langsung dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Ahzab ayat 37.

Zaid bin Haritsah dikenal sebagai sahabat sekaligus mantan sahaya Rasulullah SAW yang kemudian dimerdekakan. Ia memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan Nabi Muhammad SAW sejak masih kecil. Kisah hidupnya bermula ketika ia diculik oleh sekelompok orang saat sedang bersama ibunya, lalu dijual di Pasar Ukaz.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Dukung Kegiatan 1.000 Kali Khatam Al-Qur’an Ramadhan 1447 H

Dalam buku Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi: Kisah Hidup 154 Wisudawan Madrasah Rasulullah SAW karya Muhammad Raji Hasan Kinas dijelaskan bahwa Zaid kemudian dibeli oleh Hakim bin Hizam dan dihadiahkan kepada Khadijah binti Khuwailid. Setelah Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW, Zaid diberikan kepada Rasulullah SAW. Nabi kemudian memerdekakannya dan mengangkatnya sebagai anak angkat.

Kedekatan Zaid dengan Rasulullah SAW begitu kuat hingga ketika ayah kandungnya datang untuk menjemputnya, Zaid justru memilih tetap tinggal bersama Nabi. Keputusan itu menunjukkan kecintaan dan kesetiaan Zaid kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga :  Negara Ini Tidak Merayakan Kemerdekaan, Ketahui 5 Alasannya

Saat dewasa, Rasulullah SAW menyarankan Zaid untuk menikah dengan Zainab binti Jahsy, seorang wanita dari kalangan bangsawan. Awalnya keluarga Zainab menolak karena Zaid merupakan bekas budak sehingga dianggap tidak sepadan. Namun setelah turun wahyu dalam Surah Al-Ahzab ayat 36 yang menegaskan pentingnya menaati keputusan Allah dan Rasul-Nya, Zainab dan keluarganya akhirnya menerima pernikahan tersebut.

Sayangnya, pernikahan Zaid dan Zainab tidak berjalan harmonis. Perbedaan latar belakang sering menimbulkan konflik hingga akhirnya Zaid menceraikan Zainab. Setelah masa iddah selesai, Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk menikahi Zainab sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Ahzab ayat 37.

Baca Juga :  Kritis! Badak Jawa dan Sumatera Masuk Daftar Satwa Sangat Terancam Punah

Peristiwa ini menjadi bagian penting dalam sejarah Islam karena menegaskan perubahan hukum mengenai anak angkat. Dalam Islam, anak angkat tidak disamakan dengan anak kandung dalam hal nasab dan hukum keluarga.

Melalui kisah Zaid bin Haritsah, umat Islam dapat mengambil pelajaran tentang ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Disebutkannya nama Zaid dalam Al-Qur’an juga menjadi bukti kemuliaan kedudukannya sekaligus bagian dari turunnya syariat yang menghapus tradisi jahiliah. (MG3) 

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikhikmah