Antrean Panjang BBM di Bangladesh Akibat Kekhawatiran Perang Timur Tengah

0
harga
Ilustrasi Truk sedang mengisi bahan bakar diesel di SPBU jalan raya.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, DHAKA – Ribuan pemilik kendaraan di Bangladesh terjebak dalam antrean panjang yang melelahkan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Minggu (8/3/2026). Kepanikan melanda warga menyusul kekhawatiran akan krisis energi global akibat meluasnya perang di Timur Tengah yang kini menyeret Iran, negara-negara Teluk, dan Israel.

Di ibu kota Dhaka, pemandangan mobil dan sepeda motor yang mengular hingga memakan badan jalan menjadi pemandangan umum sejak Sabtu malam. Suasana mencekam menyelimuti warga yang khawatir pasokan energi negara mereka akan terputus total jika jalur distribusi di Timur Tengah lumpuh akibat konflik.

Baca Juga :  Amankan Stok Nasional, Thailand Resmi Hentikan Ekspor Minyak di Tengah Krisis Timur Tengah

Menunggu Semalaman demi Liter Terakhir

Melansir laporan Euronews, ketidakpastian membuat banyak warga rela menghabiskan malam di dalam kendaraan mereka hanya untuk memastikan tangki bahan bakar terisi. Situasi ini memaksa otoritas setempat mengambil langkah drastis dengan menerapkan sistem penjatahan ketat.

Di bawah aturan baru ini, setiap mobil dan sepeda motor hanya diizinkan membeli bahan bakar dalam jumlah terbatas. Langkah ini diambil untuk mencegah stok habis seketika akibat aksi borong (panic buying).

“Warga mengaku panik karena pemilik pom bensin mengatakan mereka berada di bawah tekanan berat untuk permintaan yang lebih tinggi,” tulis laporan tersebut, menggambarkan ketegangan antara penyedia layanan dan konsumen yang kian memuncak.

Baca Juga :  Puskesmas di Seluruh Indonesia Mulai Menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis

Ketergantungan Tinggi pada Impor

Bangladesh berada dalam posisi yang rentan karena ketergantungan energinya yang sangat tinggi. Negara ini mengimpor sekitar 95 persen minyak bakar dan 70 persen gasnya, yang mayoritas bersumber langsung dari jantung konflik di Timur Tengah.

Untuk meredam gejolak di masyarakat, Pemerintah Bangladesh segera merilis pernyataan mengenai status pasokan nasional. Mereka mengonfirmasi bahwa bantuan energi sedang dalam perjalanan untuk menjaga napas ekonomi negara tetap berdenyut.

“Enam kapal yang membawa gas alam cair (LNG), minyak bakar, gas minyak cair (LPG), dan kondensat telah tiba di pelabuhan utama Chattogram dari Timur Tengah dan negara-negara Asia Timur untuk meringankan krisis,” ungkap pernyataan resmi pemerintah.

Baca Juga :  Bongkar Disparitas Harga LPG! Pemerintah Siapkan Regulasi Baru Bikin Geger Pasar

Armada Tambahan dalam Perjalanan

Selain kapal yang sudah bersandar, pemerintah juga memantau lima kapal tanker lainnya yang membawa muatan LNG, LPG, dan diesel yang saat ini tengah membelah lautan menuju Bangladesh.

Meski bantuan logistik mulai berdatangan, kecemasan warga belum sepenuhnya surut. Selama api peperangan di Timur Tengah masih berkobar, warga Bangladesh tampaknya harus terbiasa dengan pembatasan dan antrean panjang yang menguji kesabaran mereka di setiap sudut kota.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com