Panen Cabai Melimpah, Petani di Bantarkaret Nanggung Keluhkan Harga Jual Murah

0
Panen cabai
Tanaman cabai merah tumbuh subur di lahan pertanian warga di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Pada musim panen kali ini, hasil cabai petani terbilang melimpah hingga mencapai sekitar 30 kilogram sekali panen, namun harga jual di tingkat petani masih relatif rendah. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGORPetani cabai di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, tengah menikmati masa panen yang cukup melimpah.

Namun di balik hasil panen yang baik tersebut, para petani justru mengeluhkan harga jual cabai yang dinilai masih rendah di tingkat petani.

Salah seorang petani cabai, Yana, mengatakan bahwa hasil panen pada musim ini tergolong cukup bagus.

Baca Juga :  Desa Nanggung Jadi Lokasi Pembangunan Koperasi Merah Putih, Satu dari Tujuh di Kabupaten Bogor

Dalam sekali panen, dirinya bisa memperoleh hingga puluhan kilogram cabai dari lahan yang digarapnya.

“Alhamdulillah untuk panen sekarang lumayan bagus. Sekali panen bisa dapat sekitar 30 kilogram cabai,” ujar Yana saat ditemui di lahan pertaniannya, Senin (9/03/2026).

Meski hasil panen meningkat, Yana mengaku harga cabai yang diterima petani saat ini relatif murah sehingga belum memberikan keuntungan yang maksimal.

Baca Juga :  Perisai Syarikat Islam Bentuk Koperasi, Siap Perkuat Ekonomi Kerakyatan

“Sayangnya harga beli dari pengepul masih murah. Jadi walaupun panennya banyak, hasil yang didapat petani tidak terlalu besar,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut kerap terjadi saat produksi cabai sedang melimpah. Banyaknya pasokan di pasar membuat harga di tingkat petani menurun.

Baca Juga :  Ratusan Siswa SMAN 1 Jasinga Ikuti Sosialisasi Pemilu oleh Panwascam

Yana berharap harga cabai bisa kembali stabil agar petani dapat merasakan hasil yang sebanding dengan biaya produksi dan perawatan tanaman yang telah dikeluarkan.

“Kami berharap harga bisa naik lagi supaya petani juga bisa merasakan keuntungan yang lebih baik,” pungkasnya.***

Wartawan : Andreas