
NARASITODAY.COM, DEPOK – Ribuan komuter yang hendak pulang menuju Bogor terpaksa harus bersabar sore ini. Perjalanan KRL Commuter Line mengalami gangguan operasional pada jalur penghubung Bojonggede-Citayam akibat kendala pada Listrik Aliran Atas (LAA), Rabu (11/3/2026).
Pemandangan kereta yang berhenti di luar jadwal normal menjadi pemandangan utama di sepanjang jalur tersebut. Melalui akun media sosial resminya, KAI Commuter mengonfirmasi adanya kendala teknis yang sedang ditangani oleh tim ahli di lapangan.
“Terdapat gangguan operasional pada listrik aliran atas (LAA) antara Stasiun Bojong Gede-Citayam, saat ini dalam proses penanganan petugas,” tulis akun X resmi @CommuterLine, Rabu (11/3/2026).
Efek Domino hingga Stasiun UI
Meski gangguan secara teknis terjadi di antara ruas Bojonggede dan Citayam, dampak kemacetan jalur ini merembet jauh hingga ke stasiun-stasiun sebelumnya. Keluhan mulai membanjiri lini masa media sosial seiring dengan menumpuknya penumpang di peron stasiun yang terdampak “efek domino” keterlambatan ini.
Salah satu netizen dengan akun @enggakbotak mencurahkan keresahannya karena perjalanan yang terhenti jauh sebelum titik gangguan. “Yang kena masalah di Citayam, yang di St UI malah ketahan,” cuitnya menggambarkan rasa frustrasi penumpang.
Penanganan Intensif
Pihak KAI Commuter Line menjelaskan bahwa sementara jalur menuju Bogor masih tertahan, arah sebaliknya relatif tidak terdampak secara signifikan. “Perjalanan Commuter Line Bojong Gede-Citayam saat ini masih menunggu aman untuk dilalui,” tambah pihak KAI Commuter dalam laporannya untuk memastikan keselamatan sebagai prioritas utama.
Di tengah suasana stasiun yang mulai padat oleh pekerja yang pulang kantor, petugas keamanan dan awak stasiun dikerahkan untuk memberikan informasi berkala guna menenangkan massa yang menanti kepastian jadwal.
“Kami imbau untuk selalu utamakan keselamatan dan ikuti arahan petugas di Stasiun. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” tulis KAI Commuter Line menutup pengumumannya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku memperbaiki sistem kelistrikan di lokasi agar “nadi” transportasi utama warga penyangga Jakarta ini bisa kembali berdenyut normal sebelum puncak jam pulang kerja berakhir.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













