NARASITODAY.COM, FREMONT – Sebuah ketenangan di toko perhiasan Kumar Jewelers mendadak berubah menjadi horor yang memekakkan telinga. Hanya dalam waktu sekitar 70 detik, sekelompok perampok berjumlah sekitar 20 orang berhasil menguras isi toko dan melenyapkan perhiasan senilai US$1,7 juta atau setara dengan Rp28,83 miliar.
Aksi yang berlangsung pada 18 Juni 2025 ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV), menunjukkan betapa terorganisasinya kelompok bertopeng ini dalam mengeksekusi jarahannya.
Serbuan Kilat di Kumar Jewelers
Rekaman video yang viral di media sosial menunjukkan detik-detik mencekam saat beberapa kendaraan berhenti tepat di depan toko. Puluhan pelaku yang mengenakan hoodie gelap dan masker berlarian masuk dengan gerakan yang sangat cepat.
Di dalam toko, suara pecahan kaca etalase bersahutan dengan dentuman palu. Tanpa ragu, para pelaku menyapu bersih emas dan berlian yang terpajang. Sementara itu, para karyawan yang terkejut hanya bisa menyelamatkan diri ke bagian belakang ruangan, menyaksikan dari jauh bagaimana mata pencaharian mereka dirampas dalam sekejap mata.
Pemilik toko mengungkapkan kepedihannya atas kerugian masif yang dialami bisnisnya. Ia memperkirakan sekitar 75 hingga 80 persen stok perhiasannya ludes dibawa kabur.
Aksi Pelarian dan Jejak Kendaraan Curian
Setelah menguras etalase dalam hitungan detik, kelompok ini segera berpencar. Mereka melarikan diri menggunakan beberapa mobil ke arah yang berbeda-beda. Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut merupakan mobil curian, sebuah taktik yang sengaja dilakukan untuk memutus jejak identitas melalui nomor pelat kendaraan.
Dokumen pengadilan mengungkap bahwa polisi sempat terlibat aksi kejar-kejaran bak film aksi dengan salah satu mobil pelarian, sebuah Acura hitam. Mobil tersebut dilaporkan melesat hingga kecepatan 80 mil per jam, menerabas rambu-rambu lalu lintas di kawasan pemukiman warga yang padat.
Empat Tersangka Ditangkap, Belasan Masih Buron
Hingga laporan ini diturunkan pada Minggu (15/3/2026), aparat kepolisian terus melakukan pengejaran intensif. Meski sebagian besar komplotan masih bebas berkeliaran, polisi telah berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga kuat terlibat.
“Sejauh ini, aparat telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam perampokan tersebut,” demikian bunyi keterangan resmi terkait penanganan kasus ini.
Namun, tantangan besar masih menanti. Dengan sekitar 20 orang yang terlibat, identitas sebagian besar pelaku masih menjadi teka-teki. Pihak kepolisian Fremont terus mendalami bukti-bukti digital dan keterangan saksi untuk menyeret seluruh anggota komplotan ini ke hadapan hukum.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














