Iran Eksekusi Warga Ganda Terkait Tuduhan Spionase untuk Mossad, Swedia Protes

0
Iran
Kouroush Keyvani.Foto : Ist

NARASITODAY.COM,TEHERANDi tengah bayang-bayang perseteruan abadi dengan Israel, otoritas Iran secara resmi mengumumkan pelaksanaan hukuman mati terhadap seorang pria berkewarganegaraan ganda Iran-Swedia, Kourosh Keyvani. Eksekusi ini memicu reaksi keras dari dunia internasional, terutama Swedia, yang mempertanyakan transparansi dan keadilan proses hukum di Teheran.

Keyvani dieksekusi setelah Mahkamah Agung Iran menguatkan vonis hukuman mati atas tuduhan pengkhianatan dan kerja sama dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Tuduhan Spionase di Tengah “Perang 12 Hari”

Berdasarkan laporan kantor berita Mizan, lembaga yang berafiliasi dengan sistem peradilan Iran, Keyvani dinyatakan bersalah karena membocorkan data strategis kepada pihak lawan. Ia dituduh mengirimkan foto-foto serta rincian lokasi sensitif di wilayah kedaulatan Iran kepada agen Mossad.

Baca Juga :  Sumber Mata Air Warga Cigudeg Terncam Hilang, Pihak PT MBS Berdalih Hanya Buka Jalan

Penangkapan Keyvani terjadi pada Juni lalu di wilayah Savojbolagh, sebuah periode krusial yang dikenal sebagai “perang 12 hari”. Unit intelijen Garda Revolusi mengklaim bahwa saat disergap, Keyvani kedapatan membawa sejumlah besar uang tunai, kendaraan operasional, serta perangkat komunikasi dan pengawasan tingkat tinggi.

Media semi-resmi Tasnim menambahkan narasi bahwa Keyvani direkrut melalui jaringan daring dan sempat menjalani pelatihan khusus di luar negeri sebelum menjalankan misinya di Iran. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti independen yang dibuka ke publik untuk mendukung klaim-klaim tersebut.

Baca Juga :  Progres Menggembirakan, BPS Catat Angka Kemiskinan Menurun di Perkotaan dan Perdesaan

Kecaman dari Stockholm

Eksekusi ini langsung memantik api diplomatik dengan Swedia. Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, mengonfirmasi kematian warga negaranya dan melontarkan kritik tajam terhadap sistem peradilan Iran.

Pemerintah Swedia menilai bahwa proses hukum yang dialami Keyvani jauh dari standar keadilan internasional.

“Proses hukum yang mengarah pada eksekusi tersebut tidak memenuhi standar proses hukum yang semestinya,” tegas pernyataan resmi pemerintah Swedia sebagaimana disampaikan Stenergard.

Tren Eksekusi di Tengah Konflik Regional

Kasus Keyvani bukanlah insiden tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, Teheran semakin intensif menjatuhkan hukuman maksimal bagi individu yang dituduh memiliki hubungan dengan intelijen Israel. Kelompok hak asasi manusia mencatat adanya lonjakan drastis dalam penangkapan dan eksekusi terkait tuduhan spionase sejak ketegangan militer meningkat pada Juni tahun lalu.

Baca Juga :  Sekda Ajat Dukung Direktur RSUD Cibinong Jadi PNS Berprestasi Tingkat Jawa Barat

Bagi banyak pihak, eksekusi ini dipandang sebagai pesan keras dari Teheran kepada agen-agen asing di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang semakin tidak menentu. Namun bagi komunitas internasional, hal ini menjadi pengingat kelam tentang minimnya perlindungan hukum bagi warga negara ganda yang terjebak di tengah pusaran konflik dua negara.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com