NARASITODAY.COM, NEW YORK – Keheningan malam di Bandara Internasional LaGuardia, New York, berubah menjadi kepanikan saat sebuah jet regional Air Canada terlibat tabrakan hebat di landasan pacu (runway), Minggu (22/3/2026) malam waktu setempat. Pesawat tipe Bombardier CRJ900 tersebut menghantam truk pemadam kebakaran tepat setelah mendarat dari Montreal, Kanada.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 22.40 ini menyisakan pemandangan mencekam di darat. Dalam video yang viral di media sosial, hidung pesawat tampak hancur dan terangkat ke atas di tengah selimut kabut tebal yang menyelimuti area Queens. Di bawah sorotan lampu bandara yang remang, petugas kedaruratan terlihat bergegas melakukan penanganan di sekitar badan pesawat.
Penumpang dalam Evaluasi Medis
Pesawat yang dioperasikan oleh Jazz Aviation mitra lokal Air Canada tersebut dilaporkan membawa setidaknya 100 orang saat kecelakaan terjadi. Berdasarkan laporan New York Post, penerbangan itu “sedang membawa sekelompok orang Yahudi Ortodoks dari daerah New York.”
Hingga saat ini, tim medis masih terus melakukan evaluasi terhadap kondisi seluruh penumpang di dalam kabut malam tersebut. Sementara itu, dampak benturan di darat memakan korban dari pihak petugas bandara.
Sumber di lokasi menyebutkan sedikitnya dua petugas keamanan dan empat petugas pemadam kebakaran menjadi korban dalam peristiwa ini, meski kondisi terkini mereka belum dapat dipastikan.
Cuaca Buruk dan Kendala Operasional
Kronologi sementara menunjukkan bahwa pesawat menabrak truk pemadam dengan kecepatan sekitar 39 km per jam di runway 4. Faktor cuaca diduga kuat menjadi pemicu utama; saat kejadian, LaGuardia sedang dikepung cuaca buruk yang mengganggu jarak pandang.
Selain faktor alam, muncul sorotan tajam mengenai kondisi internal bandara. Melansir AFP, operasional LaGuardia belakangan ini dikabarkan terkendala akibat kekurangan personel sebagai dampak dari kebijakan efisiensi di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Lumpuhnya Jalur Udara
Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) langsung mengambil langkah tegas dengan membekukan seluruh layanan penerbangan di bandara tersebut. Berdasarkan data dari Reuters, penghentian layanan dijadwalkan hingga Senin (23/3) pukul 05.30 waktu setempat.
Namun, melalui pemberitahuan kepada personel penerbangan (NOTAM), penutupan ini berpotensi diperpanjang. “Penutupan bisa jadi diperpanjang hingga setidaknya pukul 18.00 waktu setempat,” tulis laporan tersebut.
Pantauan pada situs resmi LaGuardia menunjukkan jadwal penerbangan menjadi kacau, dengan puluhan pesawat yang seharusnya mendarat terpaksa dialihkan ke bandara lain atau diperintahkan kembali ke bandara asal.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak otoritas bandara maupun FAA belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab pasti tabrakan selain pengumuman penyetopan layanan sementara.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













