
NARASITODAY.COM, JAKARTA- Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mempercepat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pada 2026, sebanyak 19.668 unit rumah di Sumatera Utara ditargetkan mendapat bantuan perbaikan.
Ribuan unit tersebut tersebar di berbagai wilayah, meliputi 8.885 unit di kawasan perdesaan, 5.525 unit di daerah pesisir, serta 5.258 unit di wilayah perkotaan.
Program ini diharapkan mampu mendorong terciptanya hunian yang lebih layak, sehat, dan aman bagi masyarakat.
Menteri PKP Maruarar mengatakan, alokasi anggaran BSPS menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas lingkungan permukiman sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Dukungan anggaran ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas lingkungan permukiman serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Pelaksanaan program di Sumatera Utara dijadwalkan mulai berjalan pada minggu kedua April 2026. Program ini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah perdesaan, kawasan terpencil, hingga wilayah pesisir.
Maruarar menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawal pelaksanaan program tersebut. Ia mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan, termasuk pungutan liar.
“Masyarakat kami harapkan ikut mengawasi. Jika ada pungutan liar, segera laporkan dengan bukti yang jelas, seperti foto atau video,” tegasnya.
BSPS merupakan program bantuan pemerintah yang mendorong pembangunan dan peningkatan kualitas rumah secara swadaya dengan semangat gotong royong. Program ini juga menjadi salah satu prioritas nasional dengan target 400.000 unit rumah di seluruh Indonesia.
Selain memperbaiki kondisi fisik hunian, pemerintah berharap program ini mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menata kawasan permukiman yang lebih berkelanjutan.
“Kami juga ingin mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan memperkuat budaya gotong royong,” kata Maruarar.













