Presiden Prabowo Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya Tiga Penjaga Perdamaian Indonesia di Lebanon

0
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto memberi penghormatan kepada prajurit yang telah gugur.Foto : BPMI Setpres.

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Indonesia kembali berselimut duka. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang sedang menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian PBB (peacekeepers) di Lebanon Selatan.

Ketiga ksatria bangsa tersebut, Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, menjadi korban dalam sebuah ledakan di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Lebanon yang kian memanas.

Kehormatan di Balik Seragam Biru

Melalui pernyataan di akun media sosial pribadinya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit yang mengenakan baret biru PBB ini tidak akan sia-sia. Di mata negara, mereka adalah pahlawan yang gugur demi menjaga ketertiban dunia di salah satu wilayah paling berbahaya saat ini.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi di Leuwiliang, Pemkab Bogor Genjot Proyek Jalan Strategis Bogor

“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon,” tulis Prabowo, dikutip Sabtu (4/4/2026).

Presiden juga menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan kekerasan yang terus menghantam fasilitas perdamaian.

“Kami, saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” tegasnya.

Kronologi di Medan Konflik

Misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) melaporkan bahwa ledakan terjadi di dalam fasilitas PBB dekat El Adeisse pada Jumat (3/4) sore. Meskipun Pusat Informasi PBB di Jakarta menyebut “asal-usul ledakan” masih dalam investigasi, sumber keamanan PBB yang dikutip AFP mengindikasikan bahwa tembakan tank Israel menjadi penyebab dari rentetan insiden berdarah di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Pastikan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik

Kejadian ini terasa semakin menyakitkan karena terjadi hanya berselang beberapa hari setelah serangan terpisah di wilayah yang sama merenggut nyawa personel Indonesia lainnya pada 29 Maret dan awal April. Sejak Lebanon terseret ke dalam perang pada 2 Maret, wilayah selatan telah menjadi palagan berbahaya bagi siapa pun yang berdiri di sana.

Negara Tidak Akan Lupa

Pemerintah berkomitmen untuk memberikan penghormatan tertinggi bagi para korban. Prabowo memastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan dan jasa para prajurit akan selalu menjadi prioritas negara.

“Negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit kita, serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Pakistan Bantah Tuduhan Serangan Udara ke Rumah Sakit di Kabul, Korban Sipil Dilaporkan Ratusan

Di akhir pesannya, Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak terprovokasi oleh situasi global yang tidak menentu.

“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa.”

Hingga saat ini, dua penjaga perdamaian lainnya yang terluka dalam insiden yang sama masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius. Bendera setengah tiang kini menjadi simbol bisu atas keberanian para prajurit yang menjaga perdamaian di tanah yang jauh dari rumah.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com