NARASITODAY.COM, CIANJUR – Polemik video viral yang memperlihatkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga tidak layak konsumsi di SDN Cisarandi 1, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Selasa (7/4/2026), terus bergulir.
Sejumlah pihak mulai angkat bicara, mengungkap adanya perbedaan informasi antara isi video dan kondisi di lapangan.
Asisten Lapangan Dapur SPPG Cisarandi 2, Dedi Supriadi, menegaskan bahwa menu yang didistribusikan pada hari tersebut adalah ayam, bukan telur seperti yang tampak dalam video yang beredar luas di media sosial.
“Dari situ saja sudah tidak sinkron. Menu hari itu ayam, tidak ada telur seperti di video,” ujar Dedi, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, proses produksi hingga distribusi MBG dilakukan secara terstruktur dan ketat, mulai dari pengelolaan stok bahan, proses memasak, pemorsian, hingga pengiriman ke sekolah.
Dengan sistem tersebut, menurutnya, sangat kecil kemungkinan terjadi perbedaan menu dalam satu hari distribusi.
“Kalau kami siapkan 3.000 porsi, semuanya sama. Tidak mungkin ada menu berbeda,” tegasnya.
Meski demikian, pihak SPPG mengaku belum dapat menyimpulkan sumber persoalan dan masih melakukan penelusuran lebih lanjut dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak.
“Kami masih dalam proses investigasi, belum bisa memastikan kesalahan dari mana,” katanya.
Di sisi lain, Kepala SDN Cisarandi 1, M. Saepudin, membenarkan bahwa pada hari tersebut pihak sekolah menerima distribusi MBG dengan menu ayam untuk sekitar 290 siswa.
Namun, ia menyebut video yang viral bukanlah dibuat dengan tujuan untuk menyudutkan pihak tertentu.
“Sebenarnya bukan maksud kami memviralkan, mungkin itu spontan,” ujarnya.
Saepudin juga menyoroti kurangnya komunikasi antara pihak sekolah dengan penyedia MBG.
Ia mengaku selama menjabat belum pernah menerima kunjungan langsung dari pihak SPPG.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama terkait dugaan adanya miskomunikasi antara pihak sekolah dan penyedia program MBG.
Sementara itu, proses investigasi masih terus berlangsung untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik video yang beredar.














