NARASITODAY.COM, JAKARTA – Karang gigi atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai penumpukan plak yang mengeras (kalkulus) sering kali muncul meski seseorang sudah rutin menyikat gigi. Kondisi ini terjadi ketika sisa makanan dan bakteri tidak dibersihkan secara optimal, lalu mengeras dan menempel kuat pada permukaan gigi.
Banyak orang mengira sikat gigi saja sudah cukup, padahal ada sejumlah faktor lain yang memicu terbentuknya karang gigi lebih cepat. Berikut lima penyebab utamanya.
1. Teknik Menyikat Gigi yang Kurang Tepat
Menyikat gigi secara rutin tidak selalu menjamin kebersihan maksimal jika tekniknya salah. Banyak orang hanya menyikat bagian depan gigi tanpa menjangkau sela-sela atau area belakang gigi geraham.
Sisa plak yang tidak terangkat inilah yang kemudian mengeras dan menjadi karang gigi. Idealnya, sikat gigi dilakukan minimal dua menit dengan gerakan memutar dan menjangkau seluruh permukaan gigi.
2. Jarang Membersihkan Sela Gigi
Sikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan area di antara gigi. Sisa makanan yang terselip di sela gigi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Penggunaan benang gigi (dental floss) atau pembersih interdental sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko pembentukan plak yang berujung menjadi karang gigi.
3. Konsumsi Makanan dan Minuman Manis Berlebihan
Makanan tinggi gula seperti permen, kue, dan minuman bersoda dapat mempercepat pertumbuhan bakteri di mulut. Bakteri ini kemudian menghasilkan asam yang mempercepat pembentukan plak.
Jika tidak segera dibersihkan, plak akan mengeras menjadi karang gigi dalam waktu relatif singkat.
4. Kurang Produksi Air Liur
Air liur memiliki peran penting dalam membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam di dalam mulut. Ketika produksi air liur berkurang, risiko penumpukan plak menjadi lebih tinggi.
Kondisi ini bisa dipicu oleh dehidrasi, efek samping obat tertentu, atau kebiasaan bernapas melalui mulut.
5. Jarang Melakukan Scaling ke Dokter Gigi
Karang gigi yang sudah terbentuk tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi. Dibutuhkan tindakan pembersihan profesional atau scaling oleh dokter gigi.
Jika seseorang jarang melakukan pemeriksaan gigi rutin, penumpukan karang gigi akan semakin banyak dan dapat memicu masalah lain seperti radang gusi hingga bau mulut.
Pentingnya Menjaga Kebersihan Gigi Secara Menyeluruh
Karang gigi bukan hanya masalah estetika, tetapi juga kesehatan mulut secara keseluruhan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan gusi yang lebih serius.
Dengan memahami penyebabnya, masyarakat diharapkan lebih memperhatikan kebersihan mulut secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan sikat gigi, tetapi juga pola makan dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














