NARASITODAY.COM, BOGOR – Capaian rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pelayanan 100 jam nonstop di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Bogor, Jawa Barat dinilai belum cukup. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mendorong pemerintah daerah agar menjadikan standar tersebut sebagai cerminan pelayanan sehari-hari, bukan sekadar prestasi sesaat.
Rekor itu diraih melalui 31 tenant di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, berlangsung sejak Senin (18/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026).
“Ini tentu kebanggaan. Ke depan saya minta jangan hanya rekor MURI tapi pelayanannya tidak maksimal,” ujar Sastra, Sabtu (23/5/2026).
Ia menegaskan, pencapaian tersebut semestinya menjadi tolok ukur, bukan titik akhir. Pelayanan yang konsisten, menurutnya, jauh lebih dibutuhkan masyarakat dibandingkan pengakuan atas rekor semata.
“Kita tidak perlu MURI, tapi pelayanannya harus MURI,” kata Sastra.
Ia secara khusus menyoroti sektor perizinan yang dinilai masih perlu dibenahi. DPRD meminta pemerintah daerah terus meningkatkan standar layanan agar masyarakat merasakan manfaat nyata, jauh melampaui momentum perolehan rekor.
“Kita minta kepada pemerintah untuk meningkatkan bagaimana pelayanan, apalagi ini perizinan, lebih maksimal,” tutup Sastra.***
Editor : Alysa
Wartawan : Rifki Ramadhan
Sumber : Bogortoday.com














