Garuda Pilih Pakansari untuk Fase Grup AFF 2026, GBK Disiapkan Jadi Panggung Semifinal

0
Pakansari
Ilustrasi Stadion Pakansari.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BOGOR – Langkah awal Tim Nasional Indonesia dalam perburuan takhta juara Piala AFF 2026 dipastikan akan dimulai dari pinggiran Jakarta. Skuad Garuda resmi memilih Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, sebagai markas utama mereka selama mengarungi ketatnya persaingan di babak fase grup yang akan bergulir pada Juli hingga Agustus 2026 mendatang.

Dalam turnamen sepak bola bergengsi antarnegara Asia Tenggara ini, Indonesia tergabung di dalam Grup A yang dihuni oleh lawan-lawan tangguh seperti Vietnam, Kamboja, Singapura, serta pemenang kualifikasi antara Brunei Darussalam atau Timor Leste. Format turnamen yang menggunakan sistem kandang-tandang membuat Asnawi Mangkualam dan kolega akan menjamu lawan mereka sebanyak dua kali di hadapan publik sendiri.

Dua laga kandang krusial itu adalah saat Merah Putih ditantang Kamboja pada 27 Juli, disusul laga bertensi tinggi melawan rival abadi, Vietnam, pada 3 Agustus. Sementara dua laga sisa lainnya harus dilakoni dengan status sebagai tim tamu ke markas Singapura dan Brunei/Timor Leste.

Baca Juga :  Garuda Muda Gagah! Indonesia Tundukkan Thailand dan Melaju ke Final Piala AFF U-23

PSSI juga telah menyusun rencana strategis jangka panjang. Jika anak asuh Shin Tae-yong berhasil melangkah mulus keluar dari fase grup, atmosfer pertandingan akan langsung dinaikkan ke level tertinggi dengan memindahkan markas ke jantung ibu kota.

“Jadi dua pertandingan fase grup yang kami daftarkan ke AFF itu main di Stadion Pakansari,” kata Managing Director GSI (anak perusahaan PSSI), Marsal Masita, saat memberikan keterangan di Jakarta pada Kamis (28/5/2026).

Marsal menambahkan, kembalinya Garuda ke rumah sakral sepak bola Indonesia hanya tinggal menunggu waktu dan pembuktian performa di lapangan.

“Dan insyaallah kalau kami masuk semifinal, semoga lawan Malaysia, dan final lawannya siapa pun, kami akan main di GBK. Itu yang kami daftarkan ke AFF,” ucapnya menjelaskan peta jalan stadion yang dipilih.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Bertolak ke Australia untuk Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Alasan Logis di Balik Pemilihan Bogor

Keputusan PSSI menunjuk Stadion Pakansari ketimbang langsung memakai Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di fase awal didasari oleh kalkulasi animo penonton yang realistis.

Mengingat laga fase grup kerap belum mencapai titik klimaks euforia, kapasitas Pakansari yang menampung 30 ribu tempat duduk dinilai jauh lebih ideal dan efisien guna menciptakan atmosfer stadion yang padat dan intimidatif bagi lawan.

“Karena kami lihat juga ya, pertandingan-pertandingan di group stage kayaknya agak sulit kalau expect 60.000 penonton. Jadi Pakansari rasanya punya kapasitas yang pas,” ucap Marsal secara blak-blakan mengenai alasan di balik pemilihan tersebut.

Jaminan Kelayakan dan Kejar Tayang Pasca-Piala Dunia

Sempat muncul kekhawatiran dari pencinta sepak bola tanah air terkait kondisi infrastruktur Stadion Pakansari, terutama pada beberapa bagian atap tribun yang dilaporkan mengalami kerusakan. Namun, PSSI bergerak cepat menepis keraguan tersebut dan menjamin aspek kenyamanan serta keselamatan penonton sudah beres diatasi.

Baca Juga :  Semarak HUT RI Cibeber 1, Penampilan Artis Dangdut Pantura Hingga Karnaval Budaya

Federasi menegaskan bahwa waktu persiapan yang ada masih sangat melimpah. Pasalnya, fokus pencinta sepak bola saat ini masih terbagi ke ajang yang lebih besar, dan jadwal AFF baru akan bergulir setelah pesta bola terakbar di planet bumi usai.

PSSI sudah ke sana, kemarin. Artinya persiapannya kan masih cukup ada waktu, nih. Pertandingan game kami kan setelah World Cup [Piala Dunia 2026], jadi 20-an akhir Juli. Jadi masih ada waktu,” pungkas Marsal menenangkan publik.

Kini, Stadion Pakansari tengah bersiap bersolek. Rumput hijau di Cibinong tersebut akan menjadi saksi bisu rajutan mimpi awal para penggawa Garuda, sebelum akhirnya berharap bisa menutup cerita manis tersebut di bawah gemerlap lampu raksasa Senayan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com