Polisi Vietnam Selamatkan Ratusan Kucing dari Jaringan Perdagangan Daging, Puluhan Berhasil Kembali ke Pemilik

0
Vietnam
Ilustrasi tapak kaki kucing.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,HO CHI MINH CITY – Aparat kepolisian Kota Ho Chi Minh, Vietnam, berhasil membongkar jaringan kriminal perdagangan daging kucing skala besar dan menyita lebih dari 400 ekor kucing dalam sebuah operasi penggerebekan beruntun. Kasus ini tercatat sebagai salah satu operasi penyelamatan kesejahteraan hewan terbesar di Vietnam dalam beberapa tahun terakhir.

Penyelidikan intensif yang dimulai pekan lalu terkait maraknya pencurian hewan peliharaan berhasil menuntun polisi kepada jaringan ini. Divisi Polisi Kriminal Kota Ho Chi Minh mengamankan 45 kandang besi berisi sekitar 400 ekor kucing hidup, empat wadah busa berisi es dengan sekitar 80 ekor kucing mati, serta 21 ekor kucing hidup di lokasi terpisah. Sembilan orang tersangka kini telah ditahan oleh pihak berwajib.

Kepada penyidik, para tersangka mengaku telah menjebak dan mengumpulkan kucing secara ilegal di seluruh wilayah Vietnam selatan termasuk Kota Ho Chi Minh, Tay Ninh, hingga An Giang selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga :  Kemeriahan Hari Terakhir Joyland Festival Jakarta 2024: Pengunjung Rayakan Kenangan Indah

Mengutip The Associated Press, Rabu (17/06/2026), operasi yang berlangsung selama beberapa hari pada pekan lalu tersebut berhasil mempertemukan kembali lebih dari 40 ekor kucing dengan pemilik aslinya. Namun, puluhan kucing lainnya dilaporkan telah mati di lapangan akibat kondisi penampungan yang sangat buruk.

Air Mata Pemilik dan Kehidupan Baru di Posko Penampungan

Di balik ketegangan hukum dan angka-angka penangkapan, suasana emosional yang menyayat hati sekaligus mengharukan menyeruak di posko perawatan darurat. Di antara ratusan kucing yang mengeong cemas di dalam kandang, beberapa di antaranya ditemukan dalam kondisi hamil. Pekan ini, beberapa anak kucing yang menggemaskan lahir dengan selamat di bawah pengawasan ketat kepolisian.

Chris Gindelhumer dari lembaga nirlaba Vietnam Cat Welfare mengungkapkan bagaimana posko tersebut menjadi tempat bertemunya kembali cinta yang sempat hilang.

Baca Juga :  Vietnam Bongkar Sindikat Judi Online dan Kripto Internasional, Transaksi Capai Rp63 Triliun

“Hal ini karena banyak keluarga lokal yang menangis bahagia saat menemukan hewan peliharaan mereka, meskipun ada juga yang harus kecewa,” tutur Chris menggambarkan situasi emosional di lokasi.

Bagi warga lokal, kucing-kucing ini bukan sekadar komoditas, melainkan anggota keluarga yang diculik dari halaman rumah mereka demi memenuhi piring-piring restoran.

Desakan Regulasi dan Bayang-Bayang Pasar Gelap

Secara hukum, praktik konsumsi daging anjing dan kucing sebenarnya berstatus legal di Vietnam. Kendati demikian, pemerintah menerapkan aturan ketat di mana para pedagang wajib memiliki izin resmi untuk memvalidasi asal-usul hewan tersebut guna mencegah penyebaran penyakit dan pencurian.

Kenyataannya, pasar gelap terus merajalela melalui jalur kriminal. Aktivis lingkungan dan kesejahteraan hewan berharap momentum penggerebekan besar ini menjadi titik balik bagi pemerintah Vietnam untuk memperketat aturan nasional.

“Operasi ini menjadi pengingat yang menyadarkan kita akan besarnya skala perdagangan daging kucing di Vietnam,” ujar Karanvir Kukreja, pemimpin kampanye antikonsumsi daging anjing dan kucing dari lembaga nirlaba internasional Humane World for Animals.

Baca Juga :  Kendala Waktu dan Cuaca, Pencarian Pria Hilang di Gunung Joglo Terkendala

Hal senada juga ditegaskan oleh Phuong Pham, Direktur Humane World for Animals untuk wilayah Vietnam.

“Kenyataan pahit tentang perdagangan ini adalah ribuan kucing setiap bulan dicuri, diperdagangkan, dan disembelih untuk diambil dagingnya di seluruh negeri. Bersyukur, hewan-hewan yang selamat ini berhasil lolos,” ungkap Phuong Pham.

Saat ini, beberapa kota di Vietnam seperti Hoi An di wilayah tengah sudah mulai mengambil langkah progresif dengan bekerja sama dengan organisasi dunia untuk menghentikan total konsumsi daging ini. Langkah ini menyusul kebijakan serupa di Asia, seperti Korea Selatan yang telah resmi melarang total perdagangan daging anjing pada tahun 2024 lalu.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com