Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Psikologis Tami Usai Laporkan Dugaan KDRT oleh Evan Marvino

0
Tami
Uffridatun Nitami, atau yang akrab disapa Tami, istri dari pesinetron Evan Marvino.Foto : Instagram/@uffridatunnitami

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Publik tengah dikejutkan oleh keberanian Uffridatun Nitami, atau yang akrab disapa Tami, istri dari pesinetron Evan Marvino, yang memilih bersuara ke publik terkait dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialaminya. Langkah hukum pun mulai diambil Tami dengan mendatangi serta berkonsultasi langsung dengan pengacara senior, Ana Sofya Yuking.

Dalam keterangannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026), Ana Sofya Yuking membeberkan kondisi psikologis terkini dari ibu dua anak tersebut. Menurut Ana, Tami saat ini tengah berada dalam pusaran gejolak emosi yang sangat hebat, sebuah kondisi yang lumrah dirasakan oleh para penyintas kekerasan domestik.

“Kalau Tami selayaknya perempuan-perempuan korban KDRT, pasti dia terpukul, pasti sedih, pasti bingung. Pasti ada marah, ada sedih, ada kebingungan,” kata Ana Sofya Yuking.

Di Balik Pintu Rumah Tangga: Puncak Gunung Es yang Akhirnya Runtuh

Keputusan seorang istri untuk membongkar aib rumah tangga di depan kamera dan lampu sorot media tidak pernah menjadi perkara mudah. Bagi Tami, yang harus memikirkan masa depan dua buah hatinya yang masih balita, langkah ini ibarat sebuah pertaruhan hidup. Keberaniannya berbicara bukanlah sebuah letupan emosi sesaat atau keputusan yang diambil dalam semalam.

Baca Juga :  Dipha Barus dan Kunto Aji Bergabung dengan The Adams dalam Teater Musikal Rima Raga

Di balik dinding rumah yang sunyi, ada tumpukan rasa sakit, kesabaran yang habis, dan ketakutan yang mendalam sebelum akhirnya ia memilih mendatangi kantor hukum. Kasus ini menjadi pengingat kelam bahwa KDRT sering kali laksana fenomena gunung es perlakuan kasar yang berulang hingga akhirnya korban tidak lagi sanggup bertahan dalam kepasrahan.

“Jadi kalau perempuan, seorang istri, seorang perempuan, sampai dia berani speak up ke publik, menyatakan ada perbuatan KDRT di rumah tangganya, itu pasti bukan sesuatu yang baru. Bukan sesuatu yang serta-merta baru terjadi,” jelas Ana.

Ana, yang juga pernah mendampingi selebgram Cut Intan Nabila dalam kasus serupa, menambahkan bahwa pola kekerasan dalam rumah tangga biasanya memiliki kecenderungan untuk terus membesar dan semakin berbahaya jika dibiarkan.

Baca Juga :  Mau Anak Taat Tanpa Drama? Terapkan 5 Cara Psikologis Ini Sekarang!

“Biasanya rata-rata klien kita tuh sudah mengalami itu berbulan-bulan, bertahun-tahun, dan itu berulang. Bahkan mengalami eskalasi. Dari yang tadinya cuma cubit atau tempeleng sedikit, pukul tangan, tempeleng kepala, wajah segala macam, bisa jedot ke dinding, macam-macam. Dan saya bisa memahami bahwa Tami kemarin datang itu dalam keadaan sedih,” bebernya.

Edukasi Hukum dan Pemulihan Trauma

Saat berkonsultasi, Tami disebut berada dalam fase gamang mengenai masa depan dan kelanjutan hidupnya pasca-keluar dari lingkaran kekerasan tersebut. Pihak kuasa hukum kini fokus memberikan edukasi mengenai opsi-opsi legal yang dapat diambil oleh Tami untuk melindungi diri dan anak-anaknya.

“Di antara kebingungan, kesedihan, kemarahan itu dia juga mengalami kelabilan secara emosional. Karena satu, dia tidak percaya. Lalu kemudian kalau saya bisa keluar dari keadaan ini bagaimana caranya? Nah itulah yang dia kemarin datang nanya ke kita para advokat. Ini secara hukum seperti apa statusnya, dan kalau saya harus mengambil upaya-upaya hukum apa saja. Ya kita berikan edukasi,” ungkap Ana.

Baca Juga :  KPAI Berikan Pendampingan Psikososial untuk Anak-Anak Korban KDRT

Selain mempersiapkan langkah hukum, Ana menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan kesehatan mental Tami. Pihaknya akan segera menggandeng tenaga profesional untuk mendampingi masa pemulihan trauma Tami.

“Nanti biasanya kita punya rekanan psikolog, nanti kita akan rekomendasikan supaya bisa membantu pulih dengan cepat. Karena, tidak mudah bagi perempuan mengalami peristiwa-peristiwa yang menyakitkan dalam rumah tangganya,” tutup Ana.

Kasus ini kian menyedot atensi masyarakat luas setelah Tami juga membuat pengakuan mengejutkan di media sosial bahwa dirinya diduga tertular Human Papillomavirus (HPV) virus penyebab infeksi menular seksual yang ditengarai berasal dari sang suami.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com