
NARASITODAY.COM, BOGOR – Jebolnya pintu air Bendungan Cibongas di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor,
mengakibatkan pasokan air irigasi menuju area persawahan warga terputus selama sepekan terakhir. Akibatnya, puluhan hektare sawah yang berada di Desa Kalongliud dan Desa Hambaro kini mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mitra Cai Bongas, Asonik, mengatakan kerusakan pintu air tersebut diduga disebabkan oleh lapuknya papan kayu yang digunakan sebagai penyangga bendungan. Papan itu diketahui telah dipasang sekitar satu tahun lalu.
“Sudah satu pekan ini air tidak mengalir ke sawah. Dari total sekitar 120 hektare lahan pertanian, sekitar 65 hektare yang sedang ditanami padi kini mulai mengering dan terancam gagal panen,” ujar Asonik kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, apabila kerusakan tersebut tidak segera diperbaiki, kondisi ini berpotensi memicu krisis pengairan yang lebih parah.
Kekurangan pasokan air dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan tanaman padi yang saat ini sedang memasuki masa penting pertumbuhan.
Tak hanya pintu air yang mengalami kerusakan, Asonik juga mengungkapkan bahwa sebagian bangunan bronjong di sekitar bendungan mulai bergeser akibat derasnya arus air.
Kondisi tersebut menambah kekhawatiran warga akan semakin meluasnya kerusakan infrastruktur irigasi.
“Bronjong di bendungan itu mulai bergeser terbawa arus air. Kalau dibiarkan, kerusakan bisa semakin besar,” katanya.
Sementara itu, warga petani lainnya, Ahyar, berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera turun tangan melakukan perbaikan.
“Kami sebagai warga petani meminta PUPR Kabupaten Bogor segera memperbaiki saluran ini. Karena kalau terlalu lama, para petani bisa mengalami kerugian besar akibat gagal panen,” ujar Ahyar.
Sejak jebolnya pintu air Bendungan Cibongas, para petani mengaku dihantui rasa cemas. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar pasokan air ke areal persawahan kembali normal dan ancaman gagal panen dapat dihindari.
Kerusakan infrastruktur irigasi ini menjadi perhatian serius mengingat sektor pertanian masih menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat di wilayah Kecamatan Nanggung.
Dengan musim tanam yang tengah berlangsung, percepatan perbaikan bendungan dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki pintu air ini agar sawah kembali terairi dan petani tidak mengalami gagal panen,” tutup Asonik.
Wartawan : Andreas












