NARASITODAY.COM, POSO – Jauh di dalam rimbunnya hutan berkabut Pegunungan Tokorondo, Sulawesi Tengah, sebuah rahasia alam yang lama tersembunyi akhirnya terungkap. Tim peneliti gabungan Indonesia berhasil mengidentifikasi spesies baru tanaman hias dari genus Rhododendron subgenus Vireya.
Berbeda dengan kerabatnya yang jamak ditemui, flora endemik ini tampil memikat dengan mahkota bunga berbentuk corong sempit berwarna oranye atau jingga cerah yang menyala di antara hijau abadi dedaunan hutan pegunungan.
Tanaman yang tumbuh secara semi-tegak atau horizontal sebagai semak epifit ramping ini resmi diberi nama ilmiah Rhododendron yombuwurii Hutabarat, Bandjolu & Zulfadli, atau dikenal sebagai Rhododendron yombuwurii (Ericaceae).
Penemuan berharga ini digawangi oleh Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan koalisi lintas institusi, termasuk Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Perkumpulan Konservasi Membumi, Lentera Matia Ndano, Universitas Lampung, dan Universitas Hasanuddin.
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Prima Wahyu Kusuma Hutabarat, menjelaskan bahwa meskipun secara morfologi sekilas mirip dengan Rhododendron celebicum, spesies baru ini memiliki garis pembeda yang sangat tegas.
“Namun, Rhododendron yombuwurii memiliki perbedaan yang sangat nyata, di antaranya ukuran daun yang lebih kecil, susunan bunga yang semi-tegak bukan menggantung, serta ukuran bunga yang jauh lebih kecil dan berwarna jingga cerah, berbeda dengan R. celebicum yang bunganya berukuran besar dan berwarna merah muda hingga merah,” tutur Prima dikutip dari laman resmi BRIN.
Validasi Ilmiah Berbasis DNA Mutakhir
Untuk menepis keraguan dan memperkokoh status taksonominya di dunia sains, tim peneliti tidak hanya mengandalkan pengamatan mata telanjang. Rekan Prima di BRIN, Muhammad Rifqi Hariri, mengungkapkan bahwa pihaknya mengerahkan teknologi mikroskopi dan genetika mutakhir.
Struktur mikroskopis tanaman ini dipindai menggunakan Focused Ion Beam Scanning Electron Microscope (FIB-SEM) Aquilos. Tak hanya itu, cetak biru genetikanya diuji lewat analisis DNA molekuler pada wilayah Internal Transcribed Spacer (ITS) ribosomal nukleus guna memastikan bahwa Rhododendron yombuwurii adalah spesies baru yang sah dan berbeda secara evolusi.
Silsilah penemuan tanaman ini pun terbilang unik. Kisahnya bermula pada Juni 2023, ketika tim peneliti tidak sengaja melihat tanaman hidup ini dipelihara di sekitar kawasan wisata Air Terjun Saluopa, Tentena.
Setelah ditelusuri, tanaman tersebut rupanya jatuh dari tajuk pohon di habitat aslinya pada ketinggian 1.000–1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Pegunungan Tokorondo, sebelum akhirnya diselamatkan dan dirawat oleh warga lokal.
Pemberian Nama dan Misteri yang Belum Terkuak
Nama yombuwurii yang disematkan pada bunga jingga ini menyimpan makna emosional yang mendalam. Nama tersebut diambil dari nama mendiang Pendeta Yombu Wuri, seorang tokoh agama sekaligus tokoh adat suku Pamona yang semasa hidupnya dikenal sangat vokal dan gigih dalam memperjuangkan kelestarian alam serta konservasi keanekaragaman hayati di tanah Poso.
Kendati penemuan ini menjadi angin segar bagi dunia botani, Pegunungan Tokorondo sendiri masih menyimpan banyak misteri akibat keterbatasan akses geografis yang membuat wilayah ini minim eksplorasi.
Akibat populasinya yang belum pernah diobservasi langsung secara menyeluruh di habitat liarnya, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengategorikan tanaman hias ini ke dalam status Data Deficient (DD) atau kekurangan data. Kondisi ini mendesak adanya ekspedisi lanjutan di masa mendatang.
“BRIN berkomitmen untuk terus menggencarkan eksplorasi taksonomi dan penelitian biodiversitas demi mendukung pendataan, perlindungan, serta pemanfaatan flora endemik nasional secara berkelanjutan,” tekan BRIN.
Keberhasilan luar biasa ini kini telah resmi terdaftar dalam khazanah sains internasional setelah dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi, Taiwania Volume 71 Nomor 2 tahun 2026, dengan tajuk “Rhododendron yombuwurii (Ericaceae), a new orange-flowered species of subgenus Vireya from Central Sulawesi, Indonesia”.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














