Sabet Dua Medali di Australia, Aziz Hidayat Buka Jalan Taekwondo Indonesia Menuju Panggung Asia

0
Taekwondo Indonesia
Taekwondoin Indonesia Aziz Hidayat Tumakaka meraih medali perunggu dan perak pada dua turnamen internasional di Gold Coast, Australia.Foto : dok.INSTAGRAM @offical_pbti

NARASITODAY.COM,GOLD COAST – Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia sukses mengukir prestasi gemilang dalam lawatan mereka di kejuaraan internasional yang digelar di Gold Coast, Australia.

Skuad Merah Putih dipastikan membawa pulang dua medali berharga berkat aksi impresif atlet andalan mereka, Aziz Hidayat Tumakaka, yang berhasil mengamankan medali perunggu pada ajang WT President’s Cup Oceania 2026 dan melengkapinya dengan medali perak di Australia Open 2026.

Pertarungan sengit pertama tersaji dalam ajang WT President’s Cup Oceania yang menyandang status turnamen Grade 3 (G3). Turun di kelas spesialisnya, -54 kg, Aziz tampil dominan di atas matras.

Langkah strategisnya dimulai saat ia meredam perlawanan sengit wakil Jepang, Ohara Keishin, di babak perempat final. Kemenangan krusial ini tidak hanya mengantarkannya ke semifinal, tetapi juga sukses mengunci medali perunggu untuk Indonesia.

Sayangnya, ambisi Aziz menuju partai puncak di turnamen ini harus terhenti di babak semifinal setelah mengakui keunggulan atlet asal Amerika Serikat, Gun Youngsuk Ethan.

Baca Juga :  Balaton Park, Sirkuit Baru MotoGP yang Bikin Marquez Terkesan dengan Layout Uniknya

Pada ajang yang sama, perjuangan keras juga ditunjukkan oleh deretan taekwondoin Indonesia lainnya. Khavka Zhaviv yang bertarung di kelas -63 kg berhasil melaju hingga babak 16 besar setelah menumbangkan wakil tuan rumah Australia, Marthin Jack, sebelum akhirnya dihentikan oleh Huang Cho Cheng dari Chinese Taipei.

Hasil serupa juga diraih oleh Mhd Raihan Fadhilah yang terhenti di babak 16 besar kelas -80 kg, sementara M Rizal yang turun di nomor Poomsae individual putra belum berhasil melangkah lebih jauh.

Napas Panjang dan Pembuktian di Final Australia Open

Sentuhan drama dan determinasi tinggi baru benar-benar memuncak saat skuad Garuda melanjutkan perjuangannya di turnamen kedua, Australia Open 2026, yang memiliki tensi lebih tinggi dengan status Grade 2 (G2). Alih-alih kendur karena kelelahan fisik, Aziz Hidayat justru tampil kesetanan di kelas -54 kg.

Jalur menuju podium tertinggi ia babat habis dengan menumbangkan wakil tuan rumah, Chau Nathan. Ketangguhan mental pemuda Indonesia ini kembali diuji di babak semifinal saat ia sukses menyingkirkan petarung tangguh asal Hong Kong, Chau Ngai Long, demi mengamankan satu tiket di partai final.

Baca Juga :  Indonesia Kirim Dua Wakil ke Final Korea Open 2025, Jonatan dan Fajar/Fikri Siap Bertarung

Di laga pamungkas yang sarat tekanan, Aziz harus terlibat duel sengit memperebutkan medali emas melawan wakil Brasil, De Moraes Giovanni Aubin. Meski pada akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya dan puas dengan raihan medali perak, perjuangan habis-habisan Aziz di atas matras Gold Coast mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon.

Investasi Poin dan Jam Terbang Menuju Target Besar

Di luar raihan medali, lawatan ke Negeri Kanguru ini sejatinya merupakan investasi jangka panjang mutlak bagi masa depan taekwondo Indonesia. Manajer Pelatnas Taekwondo Indonesia, Adhy Ariansyah, menegaskan bahwa partisipasi di dua ajang ini adalah bagian krusial dari peta jalan (roadmap) pembinaan atlet menuju kejuaraan multieven yang lebih besar, yakni Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan SEA Games Kuala Lumpur 2027.

Baca Juga :  Mantan Rekan Messi Berbicara: Dampak Mundurnya Jordi Amat dari Skuad Timnas Indonesia

“President Cup G3 merupakan bagian penting dari program Pelatnas Taekwondo Indonesia dalam rangka mempersiapkan atlet menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 serta SEA Games Kuala Lumpur 2027,” kata Adhy dalam rilis pers resmi yang diterima detikSport.

Selain untuk menguji mental bertarung di level internasional, partisipasi aktif ini sengaja dibidik demi mendongkrak tambahan poin ranking dunia serta menambah jam terbang internasional bagi para atlet pelatnas. Raihan dua medali dari tangan Aziz diharapkan menjadi suntikan motivasi yang masif bagi seluruh tim nasional dalam menatap kalender kompetisi internasional ke depan.

Rangkuman Prestasi Indonesia via Aziz Hidayat di Gold Coast 2026:

Editor : Alysa

Sumber : detik.com