Pemkab Bogor Terapkan Seleksi Terbuka untuk Pengisian Jabatan Administrator dan Pengawas

0
Bogor
Bupati Bogor Rudy Susmanto (kanan) memantau jalannya wawancara tahap akhir seleksi terbuka jabatan administrator, pengawas, dan ketua tim di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Senin (27/7/2026). Foto : dok.Diskominfo Kabupaten Bogor

NARASITODAY.COM, BOGORPemerintah Kabupaten Bogor menerapkan mekanisme seleksi terbuka dalam pengisian jabatan administrator, pengawas, dan ketua tim sebagai upaya memperkuat penerapan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara (ASN). Melalui mekanisme tersebut, pengisian jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi, integritas, dan kinerja.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan proses seleksi dirancang agar berlangsung secara terbuka dan objektif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kalangan akademisi, Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), hingga perwakilan DPRD Kabupaten Bogor.

“Hari ini mungkin menjadi yang pertama, Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan fit and proper test untuk pejabat eselon III dan eselon IV. Kita ingin seluruh proses berjalan secara terbuka dan objektif,” ujar Rudy.

Baca Juga :  Rudal Hellfire AS Hantam Tanker Botswana di Tengah Sinyal Damai Trump

Pada tahap ini, seleksi difokuskan untuk mengisi dua jabatan sekretaris dinas, yakni Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang serta Sekretaris Dinas Kebudayaan.

Rudy menjelaskan, proses pendaftaran telah dibuka selama empat bulan dan diikuti ratusan ASN. Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi, masing-masing jabatan menyisakan lima kandidat terbaik yang berhak mengikuti wawancara tahap akhir.

“Setelah melalui tahapan seleksi, dari beberapa ratus peserta kita ambil lima besar. Hari ini masing-masing jabatan diuji, sehingga ada 10 peserta yang mengikuti wawancara tahap akhir,” jelasnya.

Menurut Rudy, sebelum memasuki tahapan wawancara, seluruh peserta telah menjalani seleksi kompetensi secara digital bekerja sama dengan tim akademisi ITB Vinus. Hasil penilaian tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan peserta yang mengikuti tahapan akhir.

Baca Juga :  Korea Utara Gelar Parade Militer Meriah untuk Peringati Kongres Partai Buruh

Dalam proses wawancara, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis, tetapi juga aspek kepemimpinan, integritas, dan penguasaan substansi sesuai jabatan yang dilamar.

“Yang dinilai bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga integritas, penguasaan materi, serta kompetensi kepemimpinan,” katanya.

Selain seleksi jabatan administrator dan pengawas, Pemerintah Kabupaten Bogor juga tengah menjalankan proses seleksi terbuka untuk enam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Jabatan tersebut meliputi dua posisi asisten, satu staf ahli, satu kepala perangkat daerah yang akan memasuki masa pensiun, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.

Rudy menegaskan, penerapan seleksi terbuka merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh ASN dalam mengembangkan karier berdasarkan kemampuan dan prestasi kerja, bukan semata-mata karena faktor lain.

Baca Juga :  Stasiun Karet: Menanti Kepastian di Tengah Padatnya Lintasan Rel Jakarta

“Kita ingin seluruh Aparatur Sipil Negara memiliki hak berkarier yang sama. Sistem rekrutmen harus terbuka, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus melakukan pemetaan kebutuhan aparatur, termasuk menyiapkan pengisian sejumlah jabatan camat yang saat ini masih kosong di beberapa kecamatan.

Melalui penerapan sistem merit dan seleksi terbuka tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap proses pengisian jabatan dapat menghasilkan aparatur yang profesional, berintegritas, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah.***

Editor : Alysa

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor