NARASITODAY.COM, NORTH CAROLINA – Dunia balap Amerika Serikat dirundung duka mendalam. Sebuah pesawat jet bisnis Cessna 550 jatuh dan terbakar hebat di Bandara Regional Statesville, North Carolina, pada Kamis (18/12/2025) pagi waktu setempat. Tragedi memilukan ini merenggut tujuh nyawa, termasuk mantan bintang NASCAR ternama, Greg Biffle.
Pesawat yang sedianya bertolak menuju Florida tersebut dilaporkan mengalami kendala tak lama setelah lepas landas. Data dari situs pelacakan FlightAware menunjukkan pesawat sempat mencoba berputar kembali untuk mendarat darurat di tengah kondisi cuaca buruk sekitar pukul 10.15 pagi, sebelum akhirnya terhempas di area landasan pacu.
Pihak Patroli Jalan Raya North Carolina meyakini bahwa Biffle (55) berada di dalam pesawat bersama beberapa anggota keluarga dekatnya. Meski demikian, intensitas api yang menghanguskan badan pesawat membuat proses identifikasi menjadi tantangan berat bagi tim forensik.
“Karena kebakaran yang sangat parah, konfirmasi identitas korban masih menunggu hasil dari kantor pemeriksa medis,” ujar juru bicara Patroli Jalan Raya North Carolina. Nama ketujuh penumpang baru akan dirilis secara resmi setelah proses identifikasi medis rampung.
Saksi mata dan rekaman media lokal menggambarkan pemandangan mengerikan di lokasi kejadian; kobaran api raksasa membumbung tinggi dengan puing-puing jet yang berserakan di sepanjang landasan. Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) telah menerjunkan tim investigasi untuk membedah penyebab pasti kecelakaan maut ini.
Greg Biffle bukan sekadar nama di lintasan balap. Dengan 19 kemenangan Seri Piala sepanjang dua dekade kariernya, ia adalah sosok yang disegani. Tahun lalu, namanya baru saja dikukuhkan dalam daftar “75 Pembalap Terhebat NASCAR” sepanjang masa.
Penghormatan mengalir deras bagi pria yang dikenal berjiwa sosial tinggi ini. Senator Republik Thom Tillis mengenang Biffle bukan hanya karena kecepatannya di sirkuit, tetapi juga karena kemanusiaannya saat bencana melanda.
“Greg adalah tokoh penting di komunitas NASCAR, baik di dalam maupun di luar lintasan,” kata Tillis. Ia secara khusus menyoroti aksi heroik Biffle saat Badai Helene menerjang. “Setelah Badai Helene menghancurkan Carolina Utara bagian barat, Greg tanpa ragu menggunakan helikopter pribadinya untuk membantu penyelamatan dan menyalurkan bantuan penting bagi warga yang membutuhkan.”
Kini, Bandara Regional Statesville masih ditutup total untuk proses pembersihan dan penyelidikan lebih lanjut. Di sana, di tempat yang seharusnya menjadi titik keberangkatan, dunia olahraga motor justru harus melepas salah satu putra terbaiknya untuk selamanya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













