Pengusaha di Ciampea Inisiatif Perbaiki Jalan Longsor Bojongrangkas Secara Swadaya

0
Rapat koordinasi antara pemerintah Kecamatan Ciampea, perwakilan DPRD, UPT Jalan dan Jembatan, serta pengusaha setempat membahas rencana perbaikan Jalan Cikampak–Bojongrangkas yang terdampak longsor, Jumat (17/4).

NARASITODAY.COM, BOGOR- Kerusakan Jalan Raya Cikampak–Bojongrangkas di Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, yang belum kunjung tertangani pascalongsor, mendorong para pengusaha setempat mengambil langkah mandiri untuk melakukan perbaikan.

Rencana tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Ciampea, Jumat (17/4).

Pertemuan itu dihadiri unsur pemerintah kecamatan, UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV, Dinas Perhubungan, perwakilan DPRD Kabupaten Bogor, kepala desa, serta para pelaku usaha di sekitar lokasi terdampak.

Camat Ciampea, Pardi, mengatakan hasil musyawarah menyepakati bahwa penanganan awal akan dilakukan melalui pengurugan tanah oleh pihak pengusaha dengan pengawasan teknis dari UPT terkait.

Baca Juga :  Pohon Besar Tumbang di Ciawi Membuat Akses Jalan tertutup 

“Insyaallah mulai Senin nanti dilakukan pengurugan. Setelah itu dilanjutkan tahap pengaspalan, sehingga diharapkan bulan depan jalan sudah bisa kembali dilintasi kendaraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan mengapresiasi keterlibatan sektor swasta yang secara sukarela turut membantu percepatan penanganan infrastruktur yang vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Hasani, menyebut kebutuhan material untuk penanganan sementara cukup besar.

Diperkirakan diperlukan sekitar 800 meter kubik tanah urugan serta 90 meter kubik beskos, dengan rencana perbaikan sepanjang 36 meter dan lebar jalan sekitar delapan meter.

Baca Juga :  Rumah Warga Cinangka Ciampea Ambruk Saat Penghuni Baru Saja Pindah Kamar

“Kurang lebih ada delapan perusahaan yang siap berkontribusi. Kita harapkan pekerjaan bisa segera dimulai pekan depan,” ungkapnya.

Hasani menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut dalam program tahun anggaran 2026. Namun, adanya kebijakan efisiensi anggaran membuat realisasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

“Karena khawatir tertunda lebih lama, akhirnya muncul inisiatif bersama dari kecamatan, desa, dan pengusaha untuk bergerak lebih dulu,” katanya.

Meski pendanaan berasal dari swadaya perusahaan, aspek teknis tetap akan ditangani oleh UPT Jalan dan Jembatan agar kualitas pekerjaan sesuai standar.

Baca Juga :  Program JUARA di Cihideung Ilir Edukasi Remaja soal Literasi Digital dan Kesehatan

Perwakilan salah satu perusahaan, Roni dari PT Mitra Reitama Mandiri, mengaku akses jalan yang terputus berdampak langsung terhadap aktivitas usaha di kawasan tersebut.

Karena itu, pihaknya bersama pelaku usaha lain berkomitmen membantu proses perbaikan.

“Kami terdampak langsung, jadi sudah sepatutnya ikut berkontribusi. Nantinya akan disusun RAB dan pembagian peran sesuai kemampuan masing-masing perusahaan,” tuturnya.

Ia berharap perbaikan dapat segera rampung sehingga arus lalu lintas kembali normal dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi terganggu.