NARASITODAY.COM, KUALA LUMPUR – Sistem penanganan bagasi di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) kembali mengalami gangguan pada Sabtu (18/4/2026), yang berdampak pada keterlambatan pengiriman bagasi penumpang hingga sekitar 2–4 jam. Insiden ini langsung memicu respons keras dari pemerintah Malaysia yang menilai kejadian serupa tidak boleh terus berulang di bandara utama negara tersebut.
Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke menegaskan bahwa gangguan di pintu gerbang internasional negara tidak dapat dianggap remeh. Ia bahkan meminta operator bandara untuk bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
“Sebuah gerbang nasional tidak dapat mentolerir kelalaian berulang seperti ini. Malaysia Airports Holdings Bhd (MAHB) sebagai operator KLIA, akan dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan ini,” kata Loke seperti dikutip oleh Free Malaysia Today, Minggu (19/4), dilansir dari Channel News Asia.
Sejumlah laporan media lokal, termasuk Malay Mail, menyebutkan bahwa gangguan sistem tersebut menyebabkan antrean panjang di area kedatangan. Penumpang harus menunggu lebih lama dari biasanya untuk mendapatkan bagasi mereka, bahkan di beberapa kasus mencapai empat jam.
Loke menyebutkan sistem akhirnya berhasil dipulihkan pada malam hari, namun ia menegaskan bahwa pemulihan teknis tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang lebih mendasar.
“Penumpang yang bepergian melalui bandara kita berhak mendapatkan standar pelayanan terbaik yang jelas tanpa mengalami insiden ini,” ujarnya, sambil menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh dalam sistem operasional.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Transportasi Malaysia menginstruksikan pertemuan darurat pada Senin (20/4/2026) yang melibatkan berbagai pihak terkait. Pertemuan tersebut akan membahas evaluasi prosedur operasional standar, termasuk waktu respons, sistem komunikasi kepada penumpang, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Selain itu, Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia juga diminta melakukan investigasi mendalam terhadap insiden ini, termasuk kemungkinan sanksi terhadap pengelola bandara.
“Kita tidak dapat mewujudkan aspirasi kita untuk menjadi salah satu bandara terbaik di dunia tanpa lebih dulu menanamkan budaya akuntabilitas dan tanggung jawab yang tulus,” tegas Loke.
Di sisi lain, keluhan juga ramai muncul dari penumpang di media sosial. Salah satu pengguna Facebook, Kenc Low, mengungkapkan pengalaman menunggu bagasi yang memakan waktu lebih dari satu jam di area kedatangan.
“Aula kedatangan di Terminal 1 KLIA sangat ramai dan waktu tunggu lebih dari satu jam,” tulisnya. Ia juga menambahkan, “Saya makan malam di lounge kedatangan, dan ketika saya keluar, bagasi saya masih belum terlihat.”
Insiden ini bukan yang pertama. Pada bulan sebelumnya, sistem bagasi KLIA juga sempat terganggu selama lebih dari satu jam akibat pemadaman listrik singkat pada 6 Maret, sebagaimana dilaporkan The Star.
Rangkaian gangguan berulang ini kini menempatkan KLIA di bawah sorotan publik, terutama terkait kesiapan infrastruktur dan konsistensi layanan di salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara tersebut.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













